Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Benda Aneh Dalam Minuman Kemasan (Facebook/Joel Verghess)
Dream - Seorang pengguna Facebook, Joel Verghese, membagikan pengalaman buruknya ketika membeli minuman kemasan. Dia mendapati benda aneh keluar dari botol minumannya.
Pengalaman itu diunggah Joel di akunnya pada 15 Juni 2021 lalu. Sementara kejadian itu sendiri berlangsung sebulan lalu.
Awalnya, Joel dan keluarganya membeli sebotol jus buah dari apotek kenamaan di Seremban. Keluarganya meminum jus secara bertahap selama akhir pekan sampai benar-benar habis.
Pada Selasa sore, ibunya menuangkan jus terakhir yang tersisa untuk diminum. Saat itulah, dia menyadari ada sesuatu yang aneh di bagian bawah botol.
" Dia mengeluarkannya dari botol karena mengira itu mungkin residu dari buah prune. Tapi, begitu dia mengeluarkannya, dia menyadari itu tidak terlihat seperti buah prune," kata Joel, dikutip dari World of Buzz.
Joel mengatakan benda itu bertekstur kenyal seperti karet, terlihat seperti terbakar di satu sisi dan keriput. " Itu aneh dan menjijikkan,” tambahnya.
Joel juga mengunggah foto untuk membuktikan botol jus yang dibelinya belum kedaluwarsa. Untungnya, tidak ada seorang pun dari keluarga Joel yang jatuh sakit atau mengalami efek samping setelah mengonsumsi seluruh botol jus.
Meski begitu, sebagai pelanggan, Joel benar-benar kecewa. Dia memutuskan untuk menghubungi pihak perusahaan yang memproduksi minuman tersebut.
" Mereka menjawab teleponku, lalu diam," kata dia.
Joel akhirnya memutuskan menghubungi perusahaan melalui akun Facebooknya untuk meminta penjelasan terlebih dahulu. Dia mengontak pada 25 Mei dan mengirimkan sejumlah foto untuk menjelaskan apa yang terjadi
" Saya ingin klarifikasi tentang apa yang telah dikonsumsi keluarga saya dan bagaimana hal itu terjadi," kata Joel dalam postingannya.
Dua hari kemudian, 27 Mei, produsen dari minuman tersebut menanggapi keluhan Joel dengan meminta maaf atas pengalaman tak menyenangkan tersebut. Mereka meminta Joel memberikan kontak secara rinci sehingga mereka dapat menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Tetapi hampir sepekan kemudian, Joel tidak menerima kabar terbaru terkait pengaduannya. Joel memutuskan untuk menghubungi mereka lagi, tetapi sayangnya, masih belum ada jawaban.
Sepekan berlalu, pada 7 Juni Joel memberi tahu pihak bahwa dia akan membawa masalah ke proses lebih serius jika mereka menolak menanggapi. Namun hingga Kamis, 16 Juni, Joel belum menerima tanggapan sehingga mengangkat masalah ini ke publik.
" Hal-hal ini terjadi di jalur produksi, saya mengerti," kata dia.
Joel mengaku telah bersabar dan memahami bahwa kesalahan memang terjadi. Itulah mengapa dia menghubungi Sunsweet lebih dulu sebelum menyebarluaskan ke publik.
" Itu hanya soal mendapat penjelasan. Tetapi yang membuat saya takut adalah apa yang tidak bisa saya terima," kata Joel.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya