Covid-19 Melonjak Usai Idul Fitri, Bagaimana Antisipasi Saat Idul Adha?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 17 Juni 2021 08:12
Covid-19 Melonjak Usai Idul Fitri, Bagaimana Antisipasi Saat Idul Adha?
Lonjakan kasus positif pasca-Idul Fitri mulai terlihat.

Dream - Libur Lebaran 2021 membawa dampak pada peningkatan kasus Covid-19. Sejumlah daerah, bahkan tak hanya Jabodetabek, mengalami lonjakan kasus hingga infeksi varian baru virus corona.

Tidak mau hal serupa terulang, pemerintah tengah menyiapkan langkah khusus jelang Idul Adha. Saat ini, langkah tersebut masih dimatangkan.

" Kebijakan khusus untuk menghadapi libur Idul Adha ini masih dalam tahap pembahasan," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito.

Wiku mengatakan, lonjakan tajam terjadi di sejumlah daerah usai Idul Fitri 2021. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan tertinggi pada periode 1 hingga 10 Juni 2021.

" Dalam sepuluh hari saja, kasusnya meningkat lebih dari 300 persen," kata dia.

1 dari 5 halaman

Lonjakan Tinggi Hanya dalam 10 Hari

Pada 1 Juni 2021, Wiku menerangkan, kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta hanya sebanyak 519 kasus. Tetapi pada 10 Juni 2021, jumlah meningkat tajam menjadi 2.091.

DI Yogyakarta juga mencatatkan kenaikan kasus Covid-19. Dari 219 kasus pada 1 Juni melonjak menjadi 455 kasus di 10 Juni.

" Jawa Timur kasus hariannya meningkat 89 persen dari yang sebelumnya bertambah 225 kasus tanggal 1, di tanggal 10 kemarin semakin tinggi yaitu 425 kasus," beber Wiku.

Demikian pula Jawa Tengah dengan tingkat lonjakan mencapai 80 persen. Data 1 Juni, kasus Covid-19 harian di Jawa Tengah hanya 851 namun naik menjadi 1.535 di tanggal 10 Juni.

Sementara tingkat kenaikan kasus di Jawa Barat sebanyak 49 persen dalam 10 hari terakhir. Sedangkan di Banten sebanyak 57 persen, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 5 halaman

Kota Bogor Alami Lonjakan Covid-19, Simulasi Belajar Tatap Muka Dihentikan

Dream - Pemerintah Kota Bogor kembali memperketat PPKM mikro. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya peningkatan jumlah kasus Covid-19 harian.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan PPKM akan diberlakukan lebih ketat. Sedangkan tindakan terhadap pelanggaran juga akan dilakukan secara lebih tegas.

" Kita lihat warga sudah mulai merasa kondisi sudah seperti biasa sehingga banyak yang melanggar di atas jam operasional," ujar Bima.

Bima mengatakan sejumlah langkah akan diterapkan akibat adanya kenaikan kasus Covid-19. Apalagi, kata dia, Gubernur Ridwan Kamil sudah menetapkan Jawa Barat berstatus Siaga 1 Covid-19.

Salah satu langkah tersebut yaitu menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Sejak awal Juni, sejumlah sekolah di Kota Bogor sudah menggelar simulasi PTM.

Bima mengatakan sebenarnya simulasi PTM sejauh ini berjalan lancar. Tidak juga muncul keluhan maupun laporan mengenai terjadinya penularan Covid-19 dari kegiatan PTM terbatas.

" Tapi kondisinya sedang tidak biasa, makanya kami memutuskan untuk menghentikan dulu simulasi PTM," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Tambah Kapasitas Rumah Sakit

Kemudian, kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 ditambah seperti pada RSUD Kota Bogor dengan 100 tempat tidur khusus isolasi. Selain itu, kata Bima, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor juga akan menyiapkan sejumlah gedung milik institusi negara untuk dimanfaatkan sebagai pusat isolasi.

Kita menjajaki juga tempat isolasi tambahan selain di BPKP Ciawi. Jadi, ada satu lokasi yang sedang kita siapkan kalau terjadi lonjakan, pasien bisa dialokasikan ke tempat itu," kata dia.

Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Kota Bogor saat ini sudah mencapai 49 persen. Angka ini melonjak dari pekan sebelumnya yang hanya 20 persen.

" Sedikit lagi lewati ambang batas WHO (60 persen), tapi masih cukup rendah dibanding kota-kota lain di Jawa Barat," kata Bima.

Selain itu, vaksinasi juga agak digenjot sehingga bisa menjangkau lebih banyak warga. Khususnya kelompok lanjut usia yang saat ini tergolong masih rendah dari tingkat partisipasi vaksinasi.

" Stoknya (vaksin) masih ada tapi terbatas, saya akan minta ke Menkes untuk ditambahkan vaksin lagi," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

4 dari 5 halaman

Bandung Raya Status Siaga Satu Covid-19, Wisatawan Diminta Tak Berkunjung Dulu

Dream - Gubernur Jawa Barat menetapkan wilayah Bandung Raya dalam status Siaga 1 penyebaran Covid-19. Ini menyusul terjadinya lonjakan pada sejumlah parameter penanganan Covid-19.

" Wilayah Bandung Raya kami nyatakan sedang Siaga 1 Covid-19," ujar Ridwan, dikutip dari Liputan6.com.

Ridwan mengatakan sejumlah parameter mengalami kenaikan dalam beberapa hari belakangan seperti tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupation Rate/BOR) di ruang isolasi yang sudah menyentuh level 84,19 persen di Kota Bandung. Angka ini sudah melampaui ketetapan WHO maksimal 60-70 persen.

" Minggu ini dua wilayah besarnya yaitu KBB dan Kabupaten Bandung zona merah," kata Ridwan.

Untuk menekan agar penyebaran tidak meluas, Ridwan menginstruksikan diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro secara ketat. Praktik Work From Home harus dijalankan dengan porsi 75 persen dan 25 persen sisanya hadir di tempat kerja.

" Sekolah tatap muka juga ditunda dulu, ini sesuai instruksi dari Mendagri," kata dia.

5 dari 5 halaman

Wisatawan Tak Boleh Masuk Bandung Raya

Selain itu, Ridwan juga melarang wisatawan masuk ke Bandung Raya untuk sementara waktu. Minimal tujuh hari ke depan hingga terdapat pengumuman selanjutnya.

" Wisatawan yang mayoritas dari Jabodetabek kami minta untuk tidak datang selama tujuh hari ke depan ke Bandung Raya, khususnya pariwisata yang memang selalu ramai ada di KBB dan Kabupaten Bandung. Kami imbau destinasi wisata untuk ditutup sementara," kata dia.

Ridwan juga menyatakan saat ini pihaknya sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi. Ini dipicu meningkatnya kasus Covid-19 di Jawa Barat khususnya Bandung Raya usai lebaran 2021.

" Kondisi Siaga 1 ini mohon dipahami secara jelas, kami sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi yang memang terbukti oleh mudik libur panjang yang menghasilkan lonjakan kasus," kata dia.

Beri Komentar