Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Burung. (Source: Shutterstock)
Dream - Tidak hanya di Indonesia, ternyata gelombang panas juga terjadi di India. Gelombang panas tersebut tidak hanya membuat masyarakat kurang nyaman, burung-burung di langit India Barat pun kelelahan serta dehidrasi.
Akibat gelombang panas yang berlangsung selama 3 bulan terakhir, burung-burung pun berjatuhan. Dilansir Independent.co.uk, suhu di negara bagian Gujarat Barat mencapai di atas 40 derajat Celsius selama beberapa minggu terakhir.
Bahkan saat ini, suhu di beberapa wilayah di India telah mencapai 46 derajat Celsius. Peneliti pun memperkirakan bahwa hal tersebut bisa menyebabkan burung berjatuhan setiap hari.

Foto: Independent.co.uk
Jatuhnya burung tidak hanya disebabkan oleh suhu yang tinggi. Dampak gelombang panas yang terus diabaikan juga menjadi salah satu penyebabnya.
Mungkin, masyarakat yang merasakan gelombang panas masih bisa mengatasi dampaknya dengan dirawat ke rumah sakit atau cara lain.
Namun, dampak gelombang panas pada hewan belum ditangani secara optimal. Dampaknya semakin terasa bagi hewan ketika gelombang panas kali ini diklaim sebagai salah satu yang paling buruk dalam beberapa waktu terakhir.

Foto: Independent.co.uk
Berdasarkan penyelamat di rumah sakit hewan dikelola oleh organisasi nirlaba Jivdaya Charitable Trust di Gujarat, jumlah burung yang memerlukan penyelamatan telah meningkat 10 persen.
Sejumlah aktivis telah membawa burung yang jatuh ke rumah sakit untuk diberikan perawatan darurat. Salah satunya dengan menyuntikkan air ke dalam mulut menggunakan jarum suntik serta memberi mereka multi-vitamin berbentuk tablet.
Dengan begitu, diharapkan burung-burung yang terkena dampak gelombang panas sejak awal Maret dan diakibatkan perubahan iklim di India bisa bertahan hidup.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya