Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas Gabungan Menggelar Olah TKB Bus Masuk Jurang Di Sumedang (Merdeka.com)
Dream - Direktur Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Kushariyanto, menduga kecelakaan bus dengan masuk jurang di Jalan Raya Wado-Malangbong, Sumedang, Jawa Barat, akibat sopir berpatokan pada peta online. Ini mengingat medan yang dilalui sebenarnya tidak untuk kendaraan besar.
" Sopir itu diduga menggunakan aplikasi peta daring untuk menentukan jalan yang akan dilalui untuk menuju Kabupaten Subang," ujar Kushariyanto.
Dia menjelaskan jalur alternatif yang menghubungan Kabupaten Garut dan Sumedang melalui Wado memiliki lebar sekitar 6 meter. Jalur ini tidak seharusnya dilalui kendaraan besar. Selain itu ada dugaan sopir tidak mengenali kontur jalan.
Bus pariwisata Sri Padma terjatuh ke jurang pada Rabu, 10 Maret 2021 sekitar pukul 18.30 WIB. Sebagian penumpang bus tewas dalam insiden ini.
Data terkini, sebanyak 29 dari total 66 orang dalam bus itu tewas. Data ini bertambah dengan adanya dua korban meninggal dalam perawatan di RSUD Sumedang.
" Korban bertambah menjadi 29 orrang, dari yang tadinya berjumlah 27 orang," kata Kepala Humas RSUD Sumedang, Dahlan Indrayana.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Hery Antasari, menyatakan diduga sopir tidak menguasai medan. Dia menyebut lokasi kecelakaan yaitu jalur Tanjakan Cae bukan untuk jalur bus ukuran besar.
" Indikasi awal pemahaman pengemudi soal rute. Bus ini kan bus pariwisata, tidak melintas reguler di jalur ini (Tanjakan Cae)," kata dia.
Sumber: Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya