Perang Lawan Varian Baru Covid-19 dengan Tak Menunda Vaksinasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 11 Maret 2021 17:36
Perang Lawan Varian Baru Covid-19 dengan Tak Menunda Vaksinasi
Varian baru tidak berpengaruh terhadap efektivitas vaksin.

Dream - Infeksi Covid-19 dengan varian baru asal Inggris, B.1.1.7 telah masuk Indonesia. Sejumlah sampel varian ini sudah ditemukan di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan vaksinasi menjadi salah satu cara yang sudah teruji untuk mengatasi wabah. Dia pun meminta masyarakat untuk tidak menunda vaksinasi di tengah kekhawatiran akan dampak dari kemunculan varian baru tersebut.

" Layaknya berperang, kita harus memanfaatkan senjata yang ada untuk dapat menang," ujar Wiku.

Meski demikian, Wiku mengatakan kemunculan varian baru tidak akan berpengaruh terhadap efektivitas vaksin yang diberikan kepada masyarakat. Jika satu vaksin terbukti kurang efektif terhadap varian baru, maka akan menjadi dasar perbaikan komposisi vaksin.

Pemerintah Indonesia berkomitmen melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas vaksin yang ada saat ini. Juga berupaya melakukan percepatan vaksinasi di Indonesia dengan memprioritaskan kelompok rentan.

 

 

1 dari 2 halaman

Saat ini para peneliti bidang kesehatan serta ilmuwan bekerja keras mengidentifikasi varian virus baru melalui Whole Genum Sequencing. Hasil penelitian dikumpulkan melalui GISAID untuk mendalami pengaruhnya terhadap perilaku virus.

Para produsen dan program mendayagunakan vaksin harus terus menyesuaikan kondisi evolusi virus Covid-19. Misalnya memasukkan lebih dari satu strain dalam pengadaan produk vaksin, menambahkan suntikan penguat atau booster, dan lain-lain.

" Uji juga harus dirancang dengan baik, agar memungkinkan penilaian setiap perubahan efikasi dan dapat terlihat," kata Wiku.

Selain itu, studi tentang dampak pembentukan antibodi pada penerima vaksin juga menjadi penting. INi untuk mengetahui dampak program vaksinasi.

 

2 dari 2 halaman

Lebih lanjut, Wiku mengatakan kemunculan varian baru merupakan proses yang lazim terjadi pada semua virus. Saat virus menggandakan diri, terkadang terjadi sedikit perubahan sangat normal yang disebut mutasi.

Sedangkan virus dengan satu atau lebih mutasi disebut varian dari virus aslinya. Ketika virus menyebar luas di populasi dan menyebabkan angka kasus yang tinggi, maka kemungkinan virus bermutasi juga meningkat.

" Perubahan atau mutasi pada virus tidak membuat vaksin menjadi tidak efektif sama sekali," kata Wiku, dikutip dari Covid19.go.id.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar