Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Onur Albayrak Saat Melakukan Tugasnya Sebagai Fotografer Pernikahan. (Foto: Onur Albayrak)
Dream - Seorang fotografer di Turki menjadi pahlawan karena keberaniannya menghentikan pernikahan dini seorang gadis berusia 15 tahun.
Kisah berawal ketika fotografer bernama Onur Albayrak disewa untuk mendokumentasikan sebuah pernikahan di Provinsi Malatya, Turki Timur, pada 5 Juli lalu.
Namun, Albayrak kaget begitu tahu pengantin wanitanya adalah seorang gadis remaja berusia 15 tahun.
Albayrak melihat gadis itu gemetar dan ketakutan selama acara pernikahan yang berlangsung di Turgut Özal Nature Park.
Karena tahu gadis itu masih di bawah umur, Albayrak berusaha menghentikan pernikahan hingga berkelahi dengan pengantin pria.
Albayrak kemudian menceritakan kejadian tersebut di akun Facebook miliknya dengan judul 'Pernikahan Anak Termasuk Bentuk Pelecehan Anak'.
Cerita Albayrak itu langsung menjadi viral. Netizen menjuluki Albayrak sebagai pahlawan karena berani menggagalkan pernikahan anak.
Yasmeen Hassan, seorang pemerhati anak dari kelompok Equality Now, mengatakan aksi heroik Albayrak itu pantas disebut sebagai pahlawan.
" Karena alasan sosial, orang biasanya tidak mau membuat keributan. Tapi saya sangat senang dia melakukan tindakan tersebut. Dia pantas dipuji sebagai pahlawan. Kami membutuhkan lebih banyak orang seperti Albayrak,” kata Hassan.
Hassan menambahkan meskipun pemerintah Turki telah menetapkan batas minimal seorang gadis menikah adalah 18 tahun, tapi banyak yang dipaksa menikah di usia yang jauh lebih muda.
" Saya berharap pihak berwenang memperhatikan kasus ini dan menuntut pengantin pria itu," pungkas Hassan.
Namun belum diketahui dengan jelas apakah pernikahan tersebut berlanjut setelah insiden yang cukup menghebohkan itu.
(ism, Sumber: South China Morning Post)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya