Jumat, 23 Oktober 2026 Cari

Cerita Haru Dibalik Perlombaan Khas HUT RI

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 17 Agustus 2017 10:27
Cerita Haru Dibalik Perlombaan Khas HUT RI
Perlombaan khas HUT RI ini akan membuat kita semakin bersyukur dalam merayakan hari kemerdekaan

Dream - Dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, biasanya masyarakat mengadakan berbagai perlombaan tradisional. Hal itu seolah-olah menjadi bagian tersirat apabila masuk bulan Agustus, masyarakat harus mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan.

Namun, beberapa perlombaan yang sangat ikonik seperti panjat pinang, tarik tambang dan makan kerupuk rupanya menyimpan cerita haru.

Panjang Pinang

Perlombaan panjat pinang seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta ataupun orang yang ingin menonton. Hal itu karena dalam perlombaan ini banyak disajikan berbagai hadiah apabila berhasil naik ke pucuk.

Rupanya, perlombaan ini memiliki cerita tak enak untuk masyarakat Indonesia. Lomba panjat pinang ini sudah ada dari zaman kolonial Belanda, awalnya perlombaan ini diambil dari bahasa Belanda ‘De Klimmast' yang artinya panjang tiang. Permainan yang berasal dari negeri kolonial itu rupanya tak diminati oleh warga Belanda karena merasa 'jijik' lantaran orang yang berada paling bawah harus rela diinjak-injak oleh orang lain. Untuk itu, Belanda membuat permainan ini untuk masyarakat Indonesia sebagai bahan tertawaan.

Sebagai hadiah, Belanda memberikan beras. Karena sedang dalam kondisi susah, saat itu masyarakat Indonesia sangat antusias mengikuti lomba panjat pinang.

Tarik Tambang

Terjungkal, terseret, itulah yang biasanya kita lihat ketika menyaksikan lomba tarik tambang. Gelak tawa dari para penonon juga menambah kemeriahan perlombaan ini. Namun, perlombaan ini rupanya menyimpan cerita pilu, pada waktu zaman penajajahan, masyarakat Indonesia dipaksa kerja berat untuk menarik batu, karung pasir atau benda-benda berat lain menggunakan tali tambang.

Para pekerja kemudian menggunakan tali tambang itu untuk tarik menarik sebagai guyonan atau permainan untuk menghibur diri.

Makan Kerupuk

Pelrombaan ini memang bisa dikatakan susah-susah gampang. Untuk bisa memakan kerupuk yang digantung, kita harus menjinjitkan kaki. Perlombaan ini juga menyimpan kisahnya tersendiri, saat zaman penjajahan, kehidupan masyarakat serba susah. Untuk makan saja, masyarakat hanya bisa menyantap nasi dan kerupuk saja.

Setelah Indonesia, lomba makan kerupuk ini masuk dalam perlombaan dalam merayakan hari kemerdekaan untuk memperingati masa-masa sulit saat zaman penjajahan.

 

 

 

Beri Komentar