5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Pembangunan Pabrik Rudal Iran Di Suriah (timesofisrael.com)
Dream - Iran dikabarkan tengah membangun fasilitas produksi peluru kendali jarak jauh untuk menyerang Israel. Pabrik yang beroperasi di bawah tanah itu berlokasi di Suriah.
Laporan Times of Israel, fakta itu diketahui dari foto yang diambil satelit milik perusahaan pencitraan satelit, ImageSat. Dalam gambar yang diambil di kawasan utara Suriah, sebuah pabrik rudal Scud tengah didirikan di dekat Baniyas, selatan Latakia, yang merupakan area yang dihuni para pendukung Presiden Bassar Al Assad.
Sejumlah ahli mengatakan kepada Channel 2, bangunan itu dibangun dengan metode yang sama dengan pembangunan gedung di Iran.
Ini menandakan adanya kerjasama antara Damaskus dengan Teheran. Dinding beton juga terlihat dari citra satelit itu. Diduga, dinding itu melindungi dari serangan.
Laporan menyebutkan, pembangunan sudah berjalan sejak tahun lalu dan akan selesai akhir 2017. Lokasi itu dapat terlihat dengan jelas pada Google Maps.
Selain di Suriah, Iran juga dikabarkan membangun pabrik senjata bawah tanah untuk menyokong kelompok Hezbollah di Libanon. Majalah Perancis, Intelligence Online, melaporkan pada bulan lalu, dua pabrik senjata sedang dibangun.
Satu pabrik disebut dibangun di utara Libanon dekat Hermel, timur Lembah Bekaa. Pabrik kedua dikabarkan dibangun di sepanjang pesisir selatan antara kota Sidon dan Tyre.
Intelligence Online juga menyebut fabrik di Hermel digunakan untuk memproduksi Fateh 110, rudal kelas menengah. Sementara pabrik di selatan digunakan untuk membuat amunisi yang lebih kecil.
Rudal Fateh 110 memiliki daya jangkauan 190 mil, setara 300 kilometer. Rudal ini cukup mampu digunakan untuk menyerang Israel dan bisa membawa setengah ton bahan peledak.
Kemampuan rudal itu dianggap cukup akurat. Meski masih ada perdebatan, menurut laporan US Congressional Research Service.
Rencana ini sudah dicium Israel. Negara Bintang David itu telah memasang alat penghalau serangan udara yang akan melindungi Israel dari Fateh 110, dinamai David Sling.
Pada Maret lalu, harian Kuwait, Al Jarida melaporkan Iran telah membangun sejumlah fasilitas pada kedalaman 50 meter di bawah tanah. Fasilitas itu akan memberikan perlindungan pada produksi rudal secara berlapis dari serangan udara Israel, mengutip keterangan jenderal militer Iran. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
