Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Merdeka)
Dream - Menjadi anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Dibutuhkan kemampuan yang mumpuni serta fisik yang sehat agar lolos menjadi tim Paskibra.
Tim Paskibra memang dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelum hari kemerdekaan Indonesia tiba. Setelah terpilih, biasanya para anggota berlatih secara rutin agar saat pengibaran bendera pasukan pengibar bendera terlihat rapi, kompak dan sukses.
Namun, menjelang 17 Agustus 2017, dimana saat Dirgahayu Indonesia ke-72 harus ada sebuah cerita duka. Seorang anggota Paskibra meninggal dunia.
Inilah dua wanita anggota Paskibra yang meninggal dunia:
© Dream
1. Sosok Aritya
Aritya Syamsuddin merupakan pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Ia mengeluh sakit lalu dilarikan RSUD I Lagaligo, Jl Sangkurwira, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, setelah dirawat dua malam, sejak Minggu, 13 Agustus 2017. Dua hari kemudian ia dinyatakan meninggal dunia. Almarhumah tergabung di pasukan 17.
Artiya merupakan anak dari Staf Kantor Camat Mangkutana, Syamsuddin Losong. Aritya adalah siswi kelas 10 SMAN 4 Luwu Timur yang dulunya bernama SMAN 1 Mangkutana. Camat Mangkutana, Awaluddin mengatakan, pada hari Sabtu tanggal 12, Aritya masih mengikuti latihan.
Minggu dini hari, dia dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh sesak napas.
"Informasi dari orangtuanya tiba-tiba sesak (napas)," Selasa 15 Agustus 2017.
Suasana haru saat pemakaman sangat terasa. Puluhan anggota Paskibra Mangkutana berseragam paskibra menggotong dan mengiringi keranda almarhumah menuju tempat pemakaman.
Rasa haru dan tangis sesama anggota paskibra, teman, sahabat dan keluarga Aritya mengiringi proses pemakaman.
© Dream
2. Aknes Yurikho
Aknes Yurikho merupakan anggota Paskibra Kota Palu. Aknes Yuriko juga dikabarkan meninggal dunia, Senin 14 Agustus 2017 sekitar pukul 20.30 di RSUD Undata Palu.
Ia meninggal hanya berselang dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-16. Anak pasangan Maat Suprianto dan Cucu Yuningsi ini dikenal ceria dan selalu bersemangat. Saat terbaring di rumah sakit Aknes masih sempat mengunggah status di akun facebooknya 23 Juli lalu.
Saat itu Aknes sempat menuliskan keinginannya untuk kembali berlatih bersama rekan-rekannya.
"PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini."
Berdasar informasi dari pihak keluarga, almarhumah awalnya hanya sakit gigi. Setelah itu, orangtuanya membawa almarhumah ke rumah sakit dan divonis menderita radang tenggorokan.
Ia dirawat di rumah sakit setelah lima hari lalu menghembuskan napas terakhirnya.
"Keinginnanya ikut Paskibra sangat besar meski dia sakit," ujar Maat Suprianto.
(Sumber: planet.merdeka.com)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari