Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Lukman Saifuddin Saat Mengunjungi Penyedia Katering Di Arab Saudi (Foto: MCH 2018/Fikri)
Dream - Ada yang berbeda dalam perekrutan petugas haji tahun ini. Kementerian Agama (Kemenag) mulai mulai merekrut chef profesional Indonesia untuk menjadi petugas haji.
Perekrutan ini bertujuan agar pelayanan penyediaan katering dapat maksimal.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja (PPIH Daker) Makkah, Arsyad Hidayat mengatakan, para chef terpilih diharapkan mampu menghadirkan citarasa makanan Nusantara ke jemaah.
" Jadi ada chef atau koki profesional yang jadi petugas haji, kita bawa ke sana. Untuk melatih dan menngecek masakan Indonesia yang akan dibuat," ujar Arsyad, Senin, 29 April 2019.
Selain kesiapan makanan, chef yang menjadi petugas haji ini juga akan memberikan pelatihan kepada petugas katering di Arab Saudi.
" Mereka akan melakukan pelatihan juga di tiga wilayah, Makkah, Madinah, dan Masyair," ucap dia.
Seperti diketahui, kini Kementerian Agama membuat sistem zonasi pemondokan bagi para jemaah. Sistem zonasi itu dibuat berdasarkan embarkasi masing-masing jemaah.
Tujuan sistem zonasi itu yakni, untuk memudahkan komunikasi para jemaah serta makanan yang akan disajikan.
" Karena ada sistem zonasi ini, konsumsinya juga kan menyesuaikan. Akan ada jenis konsumsi berbasis zonasi. Jemaah akan disajikan masakan yang berasal dari kampung halamannya. Ada coto Makassar, misalnya," kata dia.(Sah)
Berikut penempatan haji jemaah Indonesia di Mekkah berdasarkan zonasi:
1. Syisyah: Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG)
2. Raudhah: Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta – Pondok Gede (JKG)
3. Misfalah: Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS)
4. Jarwal: Embarkasi Solo (SOC)
5. Mahbas Jin: Embarkasi Surabaya (SUB)
6. Rei Bakhsy: Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan
7. Aziziah: Embarkasi Lombok (LOP)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya