Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sibro Malasi, Anak Loper Koran Jadi Anggota Dewan (Foto: Facebook.com/Sibro Malisi)
Dream - Tak melulu orang berduit yang bisa menjadi anggota legislatif. Semua orang berhak duduk di kursi parlemen.
Seperti dibuktikan oleh Sibro Malisi, 29 tahun. Anak muda asal Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur ini kemungkinan besar melenggang menjadi anggota DPRD Kota Probolinggo 2019-2024 dari fraksi Nasdem.
Dia meraup banyak suara dalam Pemilihan Legislatif 2019. Perolehan Sibro bahkan mengalahkan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo yang separtai dengannya.
Dikutip dari Pojokpitu, Sibro sendiri berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Kusnadi, 58 tahun, hanya berprofesi sebagai loper koran.
Sadar tidak punya biaya untuk kampanye, Kusnadi mengazamkan diri membantu perjuangan anaknya melenggang ke kursi DPRD.
Dia susuri jalanan berkilo-kilometer untuk menyebarkan stiker dan memasang baner di luar aktivitasnya mengantarkan koran ke pelanggan.
Kusnadi paham betul apa yang dia lakukan mungkin mendapat cacian dari banyak orang. Untuk menghindarinya, pria itu memilih menyebarkan stiker di malam hari.
Perjuangan Sibro dan Kusnadi sempat dipandang sebelah mata. Masih banyak orang menganggap keluarga ini hanya mimpi di siang bolong.
Dalam pandangan mereka, butuh biaya besar untuk bisa menjadi anggota legislatif. Tentu besarnya biaya itu tidak bisa dipenuhi oleh Sibro yang hanya anak dari loper koran.
Nyatanya, fakta berkata lain. Doa dan perjuangan berpeluh keringat Kusnadi mengantarkan Sibro menjadi wakil rakyat. Sebentar lagi, Sibro akan duduk di kursi parlemen DPRD.
Kusnadi hanya berpesan agar sang anak selalu menjaga amanah sebagai anggota dewan. Selain itu, tetap menjadi diri sendiri.
(Sah, Sumber: Pojokpitu.com)
Dream - Menjadi anggota legislatif tidak melulu harus punya uang banyak. Setiap orang dengan beragam latar belakang profesi bisa menjadi wakil rakyat.
Itulah yang terjadi pada Agung Darma, 28 tahun. Pria yang berprofesi sebagai tukang galon air mineral dipastikan bakal duduk di kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara periode 2019-2024.
Agung sangat senang dengan hasil perhitungan suara usai pencoblosan pada 17 April lalu. Dia merasa dukungan penuh dari orangtua dan masyarakat adalah kunci kemenangannya.
" Dengan keberhasilan ini, semua turut bangga karena perjuangan bersama-sama kita menangkan pertarungan ini," ujar Agung, dikutip dari Rakyatku.com
Agung tidak menyangka bisa menjadi anggota DPRD Muna Barat. Awalnya, banyak orang meremehkan Agung akibat tidak adanya sokongan dana yang kuat.
Dia pun membuktikan tidak selamanya uang menjadi penentu kemenangan. Agung hanya mengandalkan ketulusan dari para pendukungnya.
" Karena perjuangan kami dipandang enteng dari beberapa kalangan masyarakat dan merasa sudah besar. Makanya kita jalani dengan ikhlas dan Alhamdulillah," ucap Agung.
Dalam kontestasi Pileg, Agung maju dari Partai Demokrat dan berjuang di Dapil Muna Barat I meliputi Kecamatan Kusambi, Napanoa Kusambi, dan Sawerigadi. Dia meraih 732 suara dan mengalahkan ketua DPC Partai Demokrat Muna Barat yang mendapatkat 520 suara.
Agung mengaku sama sekali tidak membayangkan bisa mengalahkan atasannya di partai. Namun, demikianlah fakta yang terjadi.
" Kita sudah buktikan dengan perjuangan yang panjang, Alhamdulillah, kita ibsa kalahkan beliau (Ketua DPC Partai Demokrat Muna Barat)," kata Agung.
Selanjutnya, Agung menegaskan akan memegang janji politiknya yaitu menguatkan jalinan pertemanan dengan masyarakat Muna Barat. Dia berjanji bakal memperhatikan nasib masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu.
" Kebetulan saya perawat, kalau ada yang sakit, kita bantu," ucap dia. (ism, Sumber: Rakyatku.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya