Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
© MEN
Dream – Sejak pandemi Covid-19, banyak pihak berlomba menciptakan vaksin untuk membunuh virus corona. Berbagai uji klinis dan percobaan masih dilakukan untuk memastikan keefektifitasan penggunaan vaksin.
Baru-baru ini China melaporkan telah melakukan percobaan vaksin Covid-19 kepada para pekerja berisiko tinggi, termasuk tenaga medis dan penjaga perbatasan pada Juli 2020.
Vaksin yang diujikan pada orang-orang berisiko tinggi itu dikembangkan oleh China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm. Vaksin tersebut juga telah dilakukan uji klinis fase 3 di UEA, Peru, Maroko, dan Argentina.
Menurut direktur Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi, Komisi Kesehatan Nasional, Zheng Zhongwei, vaksin Covid-19 telah disetujui untuk digunakan pada 22 Juli lalu.
“ Pekerja yang berisiko tinggi terpapar virus (termasuk tenaga medis, petugas bea cukai dan perbatasan) berhak untuk menerima vaksin,” jelas Zheng.
Terkait vaksin, China memang mematok aturan yang sangat ketat dalam pasal 20 undang-undang negaranya.
Dalam aturan itu, jika terjadi peristiwa yang menyangkut kesehatan masyarakat, Komisi Kesehatan Nasional bisa mengajukan permintaan untuk penggunaan darurat vaksin.
Kemudian, Badan Pengawas Obat dan Makanan negara akan meminta para ahli untuk mengevaluasi dan menyetujui untuk menggunakan vaksin dalam skala dan waktu tertentu.

Jika terbukti berhasil, vaksin juga dapat digunakan untuk mencegah wabah virus di musim mendatang.
" Setelah kami membangun kekebalan bagi para pekerja terdepan. Kami akan melakukan pengembangan ke beberapa pekerja lainnya, seperti petani, pekerja pasar, transportasi, dan di beberapa industri jasa," tambah Zheng.
Sebelumnya, China juga telah menyetujui penggunaan vaksin eksperimental pada bulan Juni lalu. Kala itu, pemerintah melakukan penggunaan vaksin untuk kalangan militer.
Melansir dari China Human Vaccine Industry Report tahun 2018-2022, China memang merupakan salah satu produsen dan konsumen vaksin terbesar di dunia, dan dapat memasok lebih dari 1 miliar dosis vaksin setiap tahun dari 40 produsen di seluruh negeri. Saat ini China bahkan merupakan negara terbanyak yang melakukan uji coba vaksin pada manusia.
Sumber CNN
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
