Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibas Yudhoyono (Instagram @ibasyudhoyono)
Dream - Ibas Yudhoyono tak bisa melupakan kenangan terakhir bersama sanag ibunda, Ani Yudhoyono. Putra bungsu Susilo Bamban Yudhoyono itu menulis detik-detik akhir sebelum ibundanya wafat.
Pria bernama lengkap Edhie Baskoro Yudhoyono itu mengunggah ceritanya ke Instagram. Dia mengunggah foto-foto saat Ibu Ani masih menjalani perawatan hingga prosesi pemakaman.
Pada unggahan pertama, Ibas terlihat bersama Ibu Ani, sang ayah, serta istrinya, Aliya Rajasa. Mereka terlihat berada di luar rumah sakit.
Ibu Ani duduk di atas kursi roda. Aliya dan SBY berdiri mengapit. Sementara, Ibas duduk di depan. Ibas dan Ibu Ani terlihat tersenyum.
Pada unggahan itu, mereka juga terlihat di sejumlah lokasi di National University Hospital Singapura. Ibu Ani memang sempat dibolehkan keluar kamar perawatan.
" Saat itu kami sekeluarga optimistis untuk kesembuhan Memo. Namun Tuhan berkehendak lain," tulis Ibas, Senin 3 Juni 2109.
Ibas juga mengunggah foto saat proses sholat jenazah. Terlihat SBY, BJ Habibie, dan Presiden Joko Widodo, tengah berdoa di dekat peti jenazah Ibu Ani.
Ibas juga mengunggah foto di dalam ambulans. Dia terlihat berada di samping peti jenazah sang ibunda.
" Saat itu Memo berkata: I just want to go home, I want to go back My Country," tulis Ibas.
" Kita semua mengamini tetapi benar, kita tidak tau jika seperti itu cara kembalinya," tambah dia.
Pada unggahan berikutnya, Ibas menampilkan proses pemakaman Ibu Ani. Terlihat peti jenazah Ibu Ani ditutup dengan bendera merah putih.
Sejumlah tentara terlihat mengawal peti itu. SBY dan kerabatnya juga turut serta. Foto itu sepertinya diambil saat mereka akan berangkat ke pemakaman.
" Cancer may win this battle and I hate to say that! But I guarantee, We will forever win Memo’s Heart. As my Heart is always be with you Memo," tulis Ibas.
Dream - Kabar meninggalnya Ani Yudhoyono tidak hanya menjadi duka keluarga saja. Tapi juga masyarakat Indonesia. Istri Presiden ke enam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, itu wafat di Singapura pada Sabtu 1 Juni 2019.
Sebelum Ibu Ani meninggal dunia, sang menantu, Annisa Pohan, mengaku memiliki firasat. Dia mengatakan, sang ibu mertua --yang karib disapa Memo-- pamit melalui mimpinya pada Kamis, 30 Mei 2019. Saat itu, ia sedang berada di rumahnya di Jakarta.
" Pagi-pagi itu saya sebentar tidur 2-3 menit, tiba-tiba ibu manggil dan itu di rumah saya di Jakarta. Biasanya ibu kalau manggil saya itu keras banget 'Mom, Mom'," kata Annisa.
Dalam mimpinya, istri Agus Harimurti Yudhoyono itu sempat heran dengan kehadiran Ibu Ani yang berada di rumah.
" Loh ini kan rumah saya padahal harusnya ibu di Singapura. Ibu memang kelihatan sudah sakit tapi belum kelihatan separah yang terakhir. Saya tanya, 'Kok di sini? ngapain?'," kata Annisa.
Dalam mimpi Annisa Pohan itu, Ibu Ani sempat pamit akan berpisah dengan SBY. Tak hanya itu, Ibu Ani juga meminta kepada Annisa mencarikan curriculum vitae SBY.
" Katanya 'Kan Memo dan Pepo mau pisah'. Saya tanya mau ke mana Memo, lalu beliau jawab 'Mau mencari aktivitas lain," ucap dia.
Setelah itu, Annisa terbangun dari tidurnya dan langsung menangis. Annisa kemudian menerima pesan dari sang suami untuk segera berangkat ke Singapura.
" Itu udah pertanda enggak enak buat saya. Saya buru-buru langsung ke bandara padahal pesawat 4.30 (sore), tapi saya dari siang habis Zuhur langsung berangkat," ujar dia.
Sesampainya di National University Hospital, Annisa menyaksikan kondisi sang mertua sudah semakin memburuk.
" Memang pas saya sampai sana Ibu sudah sesak sekali napasnya. Firasat saya sudah enggak enak aja," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Zulfa Ayu Sundari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya