30 Ribu Izin Cuti PNS Ditolak

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 12 Juli 2016 12:13
30 Ribu Izin Cuti PNS Ditolak
Peningkatan kedisiplinan ini dianggap sebagai keberhasilan imbauan larangan cuti setelah Lebaran.

Dream - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Birokrasi (PANRB) mengklaim kedisplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) meningkat tahun ini. Hal ini disebabkan oleh surat imbauan tak diperbolehkannya mengambil cuti setelah Lebaran.

Di Jakarta, misalnya, Yuddy mengatakan angka PNS yang membolos turun drastis dari 30 persen dari tahun 2016 menjadi 5 persen pada hari pertama kerja setelah cuti bersama dan libur Lebaran tahun 2016.

" Tingkat disiplin pegawai cukup tinggi. Yang cuti (tahun ini) tidak sebanyak tahun lalu," kata dia ketika meninjau pelayanan publik pada hari pertama kerja di Jakarta, dilansir menpan.go.id, Selasa 12 Juli 2016.

Yuddy mengatakan pencapaian itu tak lepas dari surat edaran Menteri PANRB tentang himbauan untuk tidak mengambil cuti pasca libur lebaran yang dinilainya cukup efektif. Dia optimistis disiplin para pegawai sudah mulai meningkat, khususnya dalam memperbaiki pelayanan publik.

" Saya punya keyakinan bahwa tingkat kedisiplinan dan produktivitas ASN lebih baik di tahun sebelumnya. Saya meminta kepada pejabat pembina kepegawaian untuk memberikan sanksi bagi yang bolos," kata dia.

Ditambahkannya, kedisiplinan PNS di Karawang, Jawa Barat, pun cukup baik. Ketika melakukan inspeksi dadakan di Puskesmas Karawang, dia melaporkan jumlah pegawai yang hadir pada hari pertama kerja sebanyak 98 persen dari 35 orang PNS yang bekerja ditempat tersebut. 

" Dua orang yang tidak masuk itu karena satu orang izin dan satu orang lagi mengantar anaknya untuk berobat," kata dia.

Puluhan ribu cuti ditangguhkan

Tak hanya itu, Yuddy juga menyebut ada 30 ribu izin cuti yang diajukan, ditahan akibat larangan mengambil cuti setelah Lebaran karena ada imbauan itu.

" Tidak sedikit juga pejabat negara yang membatalkan cutinya akibat adanya surat imbauan tersebut," kata dia.

Jika para aparatur negara mengambil cuti saat Lebaran, kata Yuddy, cuti ini akan berdampak kepada tidak efektifnya pelayanan publik bagi masyarakat terlebih dalam bidang kesehatan. Ia pun berpendapat libur serta cuti bersama yang diberikan pemerintah sudah cukup panjang, sehingga pelayanan publik bagi warga juga harus dipikirkan dan jangan sampai ada yang terabaikan.

" Coba bayangkan kalau sebagian ASN cuti pasca lebaran, di front office kosong tidak ada yang bertugas. Jangan sampai hal seperti itu terjadi di kemudian hari," kata dia.

Beri Komentar