Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pantai Brighton, Inggris (Foto: Twitter @a_leesha1)
Dream - Tidak bisa merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga di masa pandemi seperti Idul Adha adalah cobaan berat. Terlebih sebelumnya kita hanya bisa menjalani masa lebaran Idul Fitri di rumah akibat lockdown pandemik Covid-19.
Perasaan yang sama juga dirasakan seorang gadis muslim asal Inggris. Pemilik akun Twitter @a_leesha1, mengaku tak bisa melepas rindunya bertemu kakek dan nenek karena kebijakan lockdown oleh pemerintah setempat.
Namun hatinya berubah menjadi kesal saat mengetahui banyak warga Inggris yang tak mengindahkan imbauan beraktivitas dari rumah saja.
Dia mengaku kesal ketika melihat berita yang menayangkan informasi tentang banyaknya warga Brighton, Inggris yang berjemur di pantai di musim panas seperti saat ini. Mereka mengabaikan protokol kesesahatan dan prosedur lockdown dari pemerintah.
“ Ini adalah pantai Brighton hari ini, tetapi saya tidak diizinkan untuk melihat kakek-nenek saya di Bradford untuk Idul Adha. Menyedihkan & menghina," tulis Aleesha, 31 Juli 2020.
Dalam cuitannya tersebut, Aleesha banyak mendapat cemoohan. Banyak yang beranggapan bahwa keadaan saat ini tidak sebanding ketika perayaan Paskah lalu, dimana Inggris sedang ketat memberlakukan lockdown.
Menurut Aleesha, ketentuan yang dikeluarkan pemerintah tidak masuk akal dimana kunjungan ke rumah tidak diperbolehkan, tetapi melakukan pertemuan di tempat publik sebaliknya.

" Ini jelas sebuah kesalahan besar dan jelas ini bukan lockdown wilayah penuh seperti di Leicester - Saya tidak bisa melihat kakek-nenek saya di rumah mereka tetapi dapat melakukan bertemu dengan orang yang tidak saya kenal di pub dan restoran," tambah Aleesha.
Namun salah seorang netizen yang berkomentar di cuitan Aleesha berdalih penyebaran virus Corona sebagian besar terjadi karena pertemuan jarak dekat.
“ Pantai dengan social distance tidak mungkin menciptakan lonjakan persebaran virus. Virus ini juga tidak menyebar dari air. Wilayahnya terlalu besar."
Namun sebagian dari netizen merasa simpati terhadap apa yang menimpa Aleesha, dimana ia tidak bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarganya.
This was Brighton beach today, but I wasn’t allowed to see my grandparents in Bradford for Eid al-Adha. Pathetic & insulting. pic.twitter.com/vdl628eKl2
— Aleesha (@a_leesha1)July 31, 2020
Meski saat ini nyaris seluruh dunia sedang beradaptasi dengan kehidupan New Normal, kita tetap harus saling bersimpati dengan keadaan orang lain dan jangan lupa untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah.
(Sumber: Worldofbuzz.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya