Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kritik Warga Kanada Terhadap Masyarakat Amerika Serikat Yang Dianggap Takut Terhadap Islam (Foto: Shutterstocks)
Dream - Hingga Juli 2017, kejahatan yang menimpa umat Islam di Amerika Serikat meningkat sampai 91 persen. Menurut kelompok advokasi Muslim dan Hak Azasi Manusia, angka tersebut muncul dibandingkan periode yang sama pada 2016.
Insiden prasangka terhadap Muslim juga mengalami kenaikan sebesar 24 persen.
Laman Al Jazeera, laporan Council on American-Islamic Relations (CAIR) pada Senin, 17 Juli 2017, melaporkan kejahatan akibat rasa kebencian terhadap Islam meningkat drastis sejak 2016.
"Kampanye pemilihan presiden dan pemerintahan Trump telah memanfaatkan fanatisme dan kebencian yang menyasar kelompok Muslim Amerika dan kelompok minoritas lainnya," kata seorang koordinator CAIR Zainab Arain, yang bertugas memantau dan memerangi Islamofobia.
"Jika prasangka yang mempengaruhi komunitas Muslim Amerika berlanjut seperti sebelumnya, 2017 bisa menjadi salah satu tahun terburuk yang pernah terjadi untuk insiden semacam itu."

Kejadian yang paling sering ditemukan dari Islamofobia sejak April hingga Juni 2017, ialah pelecehan. Selain itu, muncul kejahatan yang melibatkan kekerasan fisik atau kerusakan properti.
Dalam 347 kasus yang diidentifikasi, 57 persen laki-laki menjadi target sasaran, dan 43 persen serangan menyaras perempuan. Para pelaku biasanya menargetkan rumah atau tempat tinggal korban, mengikuti korban di jalan raya. Selain itu, intimidasi dan kekerasan terhadap Muslim terjadi fasilitas publik semacam bandar udara, kereta api, dan bus.

CAIR mengatakan pemicu prasangka anti-Muslim yang paling umum selama 2017 ialah asal negara dan ras. Dalam survei, tercatat sebanyak 32 persen insiden.
"20 persen insiden terjadi karena seseorang dianggap Muslim. 15 persen insiden karena Muslimah yang mengenakan hijab," ucap dia.(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains