Kena Denda! Driver Gojek Tak Sadar Terima Order Istri

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 3 Desember 2015 20:08
Kena Denda! Driver Gojek Tak Sadar Terima Order Istri
Perusahaan Gojek Indonesia memang melarang pegawainya menerima order dari keluarga.

Dream - Keputusan tegas manajemen PT Gojek Indonesia menghukum 7.000 pengemudi yang terlibat order fiktif ditanggapi beragam. Segelintir pengemudi menilai aksi nakal muncul karena kesalahan manajemen.

Sebagian lagi menilai perusahaan telah tepat menindak rekan kerjanya yang terbukti curang dalam melakukan operasional.

Beragam pengalaman para pengemudi Go-Jek pun mulai bermunculan di akun facebook Gojek. Salah satunya pengalaman dari pemilik akun Anton Umbara.

Berprofesi sebagai pengemudi Gojek, Anton mengaku pernah terkena hukuman penghentian beroperasi sementara (suspend) sekitar sebulan yang lalu. Pemicunya ternyata hal sepela dan salah paham semata.

" Jujur aja ane pernah kena suspend awal bulan kemaren, ane lgsg urus ke Kemang Timur (Kantor pusat Go-Jek) dan disitu lgsg dikasih tau kesalahan ane dan jelas ada datanya," kata Anton.

Dia menceritakan, kejadian itu bermula saat Anton menerima sebuah order pengiriman paket dari pemilik Online Shop. Tanpa pikir panjang, Anton pun segera mengambil permintaan order tersebut.

" Tanpa buang kesempatan lgsg ane sikat tuh order dan kirim barangnya," ujarnya.

Namun Anton kaget ternyata pemesan order GoSend tersebut adalah istrinya sendiri. Tanpa pikir macam-macam, Anton pun tetap menerima order tersebut meski dari istrinya.

" Ini bukan sengaja bikin ofik (order fiktif). Tapi begitu istri ane bikin order GoSend, HP ane bunyi masuk order," katanya.

Tak merasa ada masalah, Anton kaget karena akunnya terkena suspen oleh kantornya. Segera Anton mendatangi kantor Gojek di Kemang Timur untuk menjelaskan duduk permasalahan.

" Saat itu ane kena denda sesuai dg orderan kemaren sebesar 32rb tapi karena peraturan perusahaan dikali 2 yaudah ane bayar 64rb cz itu kesalahan ane walaupun ane blm tau hehe," katanya.

Dari penjelasan tim Teknologi Informasi Gojek, setiap pengemudi Gojek ternyata dilarang mengambil order dari nomor keluarga. Larangan lain adalah tak boleh mengambil customer yang sama dalam 1 hari, tak boleh menyelesaikan tiga order dalam 1 jam, dan tak boleh menggunakan aplikasi terlarang.

" Saat itu hp ane di cek dan Alhamdulillah ane selalu polosan gak pake aplikasi terlarang," ungkapnya.

Meski harus terkena denda, Anton bersyukur sampai saat ini masih bisa bekerja sebagai pengemudi Gojek.

" Pengalaman suspend bikin ane jadi tau mana yg boleh dan mana yg gak boleh," katanya. (Ism) 

 

1 dari 5 halaman

Nadiem Makarim: 7000 Sopir Go-Jek Terlibat Order Fiktif

Dream - Kabar miring order fiktif ojek online Go-Jek akhirnya terbukti. CEO PT Gojek Nadiem Makarim menyebutkan ada sekitar 7.000 sopir Gojek terlibat dalam order fiktif tersebut.

" Walaupun kami kecewa dengan situasi ini, namun kami masih memberikan kesempatan terakhir bagi para driver untuk mengembalikan uang penipuan," kata Nadiem Makarim dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 Desember 2015.

Perusahaan mengaku telah menerima puluhan keluhan dari driver jujur dalam dua bulan terakhir. Mereka mengaku rekan-rekan GoJek menyalahgunakan subsidi perusahaan dengan membuat ratusan order fiktif dengan akun palsu.

" Para driver Go-Jek yang setiap hari bekerja keras dan jujur sangat kecewa dan bingung kenapa driver yang nakal tersebut tak ditindak perusahaan," katanya.

Berbekal keluhan tersebut, perusahaan selama satu bulan terakhir melakukan penelusuran data order dari drivernya. Hasilnya, ditemukan 7.000 driver senusantara terlibat dalam kasus order fiktif.

Modusnya, driver sebetulnya tidak mengambil order nyata namun tetap menerima pendapatan jutaan per bulan.

Terhadap aksi order fiktif tersebut, perusahaan akhinya mengenakan sanksi penghentian sementara terhadap para driver. Go-Jek Indonesia juga mengaku memiliki bukti kuat terhadap setiap individu yang terlibat

" Kami telah memberikan peringatan beberapa kali bahwa Go-Jek tidak akan pernah mentolerir kecurangan ini," tegas Nadiem. (Ism) 

2 dari 5 halaman

Pengemudi GoJek Tertipu Pesanan 20 Porsi Iga Bakar Bikin Miris

Dream - Baru-baru ini jagat sosial media kembali dihebohkan dengan kasus pengemudi Go Jek. Tetapi, kali ini bukan kasus pengemudi Go Jek yang mengalami tindak kekerasan, melainkan ditipu oleh seorang pelanggannya.

Kasus ini bermula ketika seorang pengguna media sosial Facebook bernama Aninditta Syarif menuliskan kisahnya.

Unggahan tertanggal 1 November 2015 itu menceritakan, kejadian yang menimpa seorang pengemudi Go Jek yang ditipu mentah-mentah. Si pengemudi Gojek diminta memesan 20 porsi iga bakar madu dari resto miliknya di kawasan Pejaten Village pada 31 Oktober 2015.

Menurut sepengetahuan gadis yang tinggal di Kuala Lumpur itu, si pengemudi Go Jek itu rela mengeluarkan dana talangan untuk mencukupi kebutuhan pelanggannya. Namun, selang empat jam setelah memesan si pengemudi Go Jek itu kembali lagi.

Ternyata, menurut laporan dari pegawainya, si pengemudi Go Jek itu dipermainkan oleh si pemesannya. Namun sial. Alamat pemesan itu ternyata fiktif belaka.

" Beliau sampai keliling-keliling komplek selama hampir empat jam dan akhirnya menyerah. Dan memohon resto untuk mengembalikan uangnya. Oleh kru (resto) uangnya dikembalikan plus ongkos gojek yang seharusnya dibayar oleh orang tadi. Buat saya dan kru, sama sekali ga masalah mengembalikan uang beliau, ikhlas Lillahi ta'ala, rizki udah ada yang ngatur. Toh, makanannya bisa dijual kembali ke customer yang lain. Tapi, melihat bapak GoJek dan gemetar (setelah ditanya, ternyata belum sarapan dari pagi padahal udah jam 2 siang, dan belum dapat order sama sekali). ... Lalu, saya minta kru resto untuk menawarkan makanan gratis," tulis Aninditta.

Berbagai komentar dari netizen pun bermunculan. Beberapa diantara dari mereka ada yang menyampaikan nada simpatinya kepada pengemudi Go Jek.

" Duh, ada-ada aja sih orang sekarang. Boleh engga suka Go Jek, tapi jangan nutup rejeki orang dong," tulis akun bernama Riano Nandhiwardhana.

" Nyesek bacanya (paling ga tega sama orang-orang yang dizholimi) sabar ya Pak Gojek, yakinlah bahwa Allah tidak tidur,..." tulis akun Milla Prihatini. (Ism) 

3 dari 5 halaman

Netizen Heboh Go-Jek Buat `Putusan`

 

Dream - Sosial media kembali dihebohkan dengan status netizen tentang ojek online, Go-Jek. Kali ini, beredar secara viral Go-Jek yang dipakai hanya untuk 'putusan'.

Adalah pemilik akun facebook Anshori Suhendro yang mengunggah status pada dindingnya " Ternyata gojek bisa dipake buat ginian."

Kemudian ditampilkan status dialog antara Abang Gojek (A) dengan Saya (S). Dialog yang diunggah 12 September 2015 itu sudah mendapat jempol dari 523 akun, 2.866 shares, dan hampir 100 komentar.

Seperti apa akun status yang menyebar secara cepat itu? Berikut tampilannya:

Pengemudi GoJek Tertipu Pesanan 20 Porsi Iga Bakar Bikin Miris© Facebook

 

Berikut statusnya:  
Iseng ah, sudah lama nggak bikin status di facebook

Jadi ceritanya, malam ini saya coba aplikasi dan jasa yang sangat kekinian. Apalagi kalau bukan si Gojek yang lagi nge-Hitz. Nah, selama perjalanan panjang dan macet dan penuh dengan asap kendaraan dari Depok ke Pamulang, si abang ini yang saya lupa namanya, cerita-cerita. Katanya sih, ini adalah salah satu service agar si penumpang nggak bosen dan ngantuk. Padahal saya sukanya diem-dieman karena saya orang yang diem :3

Banyak cerita yang dibagi sama si abang Gojek ini, curhatan pun diceritain. Tapii ada satu cerita yang bikin berkesan. Beginilah ceritanya:

Abang Gojek (A)
Saya (S)

A: Mbak, saya dulu pernah loh disuruh anter pesan dalam bentuk kalimat. 
S: Hah? Maksudnya?
A: Iya.. jadi di aplikasi Gojek kan ada orderan buat anter barang, nah ada customer yang order itu. Trus saya dateng la ke daerah Kuningan, yang apartemen itu loh. Saya ketemu sama orangnya, cewek. Saya tanya, " Mbak yang pesan gojek" , trus kata Mbaknya " Iya mas" . " Barang apa yang mesti saya anterin?" . Eh kata si Mbaknya ga ada, lah saya bingung. Ternyata, saya dikasih alamat dan disuruh nyampein pesan ke orang yang di alamat itu. 
S: Pesan apaan?
A: Pesannya, " Hari ini kita putus!!"
S: *LOL* trus? trus??
A: Yah si Masnya kesel. trus langsung marah-marah. Trus dia malah nyuruh saya buat nyampein pesan juga ke si Mbak tadi. Lah saya nggak bisa, harus pake aplikasi Gojek dulu. Akhirnya si Mas itu download aplikasi Gojek dan langsugn saya OK. Saya dibayar 30 ribu tuh, dan langsung balik lagi ke apartemen si Mbak tadi. 
S: *LOL* Trus apa pesannya??
A: Saya ketemu lagi sama Mbaknya, dan bilang. " Mbak ada pesen dari Mas B, katanya " Terserah lo!!!"

Ternyata, Gojek juga bisa buat ginian. Mungkin ada yang tertarik?? LOL

Tapi apakah pemesan itu tokoh fiktif atau kisah nyata? Dari pihak Gojek sendiri belum mengkonfirmasi. (Ism) 

4 dari 5 halaman

Mengharukan, Driver GoJek Bawa Anak Narik Penumpang

Dream - Seorang driver GoJek wanita membawa anaknya yang masih balita saat bekerja. Driver tersebut tidak bisa meninggalkan anaknya sendirian.

Hal ini diketahui oleh seorang penumpang pemesan GoJek bernama Fitri. Kisah sedih driver ini diabadikan oleh Fitri dalam laman media sosial Path.

Fitri mengaku baru pertama kami memesan moda transportasi online tersebut. Dia mendapati driver yang memenuhi pesanannya adalah seorang wanita bernama Wiwin Susilawati, sembari menggendong anaknya.

" Pertamanya serem sih, tapi karena dia mohon jangan dicancel ordernya, jadi gue nawarin diri jadi drivernya dong," tulis Fitri.

Fitri sempat terlibat perbincangan dengan driver tersebut. Kepada Fitri, wanita itu bercerita tentang kehidupannya yang baru sepekan menjadi driver GoJek.

" Dia baru seminggu jadi driver gojek karena dia baru aja diceraiin suaminya, dan diusir dari kontrakan pula. Sekarang tinggal di mushola sekitaran Beji, Depok,"  kata Fitri. (Ism) 

5 dari 5 halaman

Wanita Pengemudi Go-Jek Dipukuli Tukang Ojek Pangkalan

Dream - Seorang wanita pengemudi Go-Jek bernama Istiqomah, dianiaya tukang ojek yang mangkal dekat kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Jalan Buncit Raya.

Kepala Seksi Humas Polsek Pancoran Bripka Rubiyanto, mengatakan peristiwa terjadi pukul 10.30, Jumat kemarin. Dipicu lantaran Istiqomah yang mengantar penumpangnya ke lokasi tersebut.

" Pelaku yang diketahui bernama adalah pengojek yang mangkal di Pangkalan Kantor Imigrasi Jaksel," kata Rubiyanto saat dikonfirmasi, hari ini.

Kata dia, peristiwa itu terjadi usai Istiqomah selesai mengantar penumpangnya. Kemudian Istiqomah hendak mengangkut penumpang lain di daerah situ.

Ketika hendak mengangkut penumpang itulah Bambang menghampiri Istiqomah. " Bambang dan istiqomah sempat adu mulut, lalu kemudian berakhir dengan pemukulan kepala Istiqomah yang memakai helm," katanya.

Namun, masalah itu kemudian diselesaikan di Polsek Pancoran secara musyawarah. Istiqomah tak jadi membuat laporan, sebab korban tak mengalami luka serius.‎ " Masalahnya selesai dan tidak jadi buat laporan," Ujar Rubiyato.

Istiqomah mengaku tidak mengetahui sebab mengapa ia dipukul. " Dia tiba-tiba datang dan bilang jangan ambil penumpang, saya kan cuma menjalankan tugas karena penumpangnya sudah memesan melalui kantor," ujarnya.

Meski kesal, dia mengaku semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Foto di Sosmed

Rubiyanto menegaskan foto pengendara Go-Jek perempuan babak belur yang banyak beredar di sosial media bukanlah Istiqomah.

" Foto yang tersebar di sosial media itu bukan ibu Istiqomah dan bukan terjadi di Warung Buncit. Karena perkaranya sudah selesai, ia tidak membuat laporan polisi."

Beri Komentar