Digerebek di Kamar Hotel, Si Lelaki Malah Minta Izin...

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 30 April 2016 09:30
Digerebek di Kamar Hotel, Si Lelaki Malah Minta Izin...
Pria itu tengh bersama seorang wanita yang bukan istrinya. Dengan santainya, dia terus menikmati...

Dream - " Tunggu sebentar, saya mau makan dulu," kata seorang pria dengan santai setelah dia dan pasangannya ditahan petugas penegak syariah Departemen Agama Islam Melaka (JAIM), Malaysia.

Keduanya ditangkap karena diduga berkhalwat dalam penggerebekan di sebuah hotel murah di Taman Merdeka pada dini hari waktu setempat.

Pria berusia 30-an itu terlihat tidak cemas sama sekali. Dengan santainya, dia terus menikmati nasi goreng dan membiarkan pacarnya diambil keterangan oleh petugas JAIM.

Gelagat pria yang seakan-akan tidak mempedulikan kehadiran pemerintah membuat pejabat JAIM terpaksa menunggu dia menghabiskan nasi goreng dan minuman sebelum menahannya.

Pria dan wanita itu merupakan salah satu dari 12 pasangan yang ditahan dalam Operasi Ambang Merdeka. Operasi membasmi penyakit masyarakat itu dimulai jam 11 malam dan berakhir jam 4.30 pagi kemarin waktu setempat.

Ke-12 pasangan tersebut ditemukan berduaan di dalam kamar hotel tanpa memiliki ikatan sah atau muhrim.

Kepala Otoritas JAIM, Rahimin Bani, mengatakan operasi khusus yang berlangsung selama lima jam itu dipimpin Kepala Unit Operasi Bagian Penegakan JAIM, Zurul Iman Zakaria, bersama 15 anggota.

(Sumber: Harian Metro)

 

1 dari 4 halaman

Digerebek di Kamar Hotel Pura-pura Salat, Wanita Itu Ternyata

Dream - Berpura-pura memakai mukena seakan-akan baru selesai menunaikan salat Subuh.

Itulah akting seorang remaja perempuan ketika membuka pintu kamar hotel untuk mengelabui aparat yang sedang menjalankan operasi penyakit masyarakat. Peristiwa ini terjadi di sebuah hotel murah, Jalan Sekilau, Kuantan, Pahang, Malaysia, belum lama ini.

Namun taktik itu gagal memperdaya petugas Jabatan Agama Islam Pahang (JAIP). Karena remaja perempuan itu ditemukan lupa memakai kain sarung.

Sementara pasangannya yang bukan mahram, ditemukan bersembunyi di atas lemari dalam kondisi tanpa pakaian.

Remaja perempuan berusia 21 tahun itu kemudian ditahan bersama pasangannya yang berusia 20-an karena diyakini berkhalwat (berduaan dengan lain jenis yang bukan mahram) di dalam kamar hotel tersebut.

Dalam penggebrekan pada pukul 6.30 pagi yang menyertakan wartawan itu, para petugas JAIP menolak alasan pasangan pria perempuan tersebut yang memasuki kamar hotel untuk mengirim setrika.

" Kami tidak percaya kamu mengirim setrika, kalaupun kamu berbuat begitu mengapa harus berdua-duaan dan berada dalam kondisi tidak menutup aurat," kata salah seorang petugas JAIP di tempat kejadian.

Akibat gagal menjawab berbagai pertanyaan petugas JAIP, pasangan tersebut akhirnya 'menyerah' sebelum dibawa ke kantor JAIP Kuantan untuk konseling dan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Asisten Direktur Penegakan Hukum Syariah JAIP, Badaruddin Ahmad Bustami mengatakan, pihaknya telah menangkap sebanyak 40 orang berusia 20-an yang diduga berkhalwat di dalam kamar hotel murah.

Menurutnya, operasi bertajuk Ambang Merdeka itu melibatkan pemeriksaan terhadap enam buah hotel selama dua jam dimulai sejak 6 pagi.

" Kami mendapati kebanyakan mereka yang ditangkap telah menginap di hotel setelah berjalan-jalan sampai pagi," katanya.

Dia menambahkan, semua yang ditangkap akan akan diambil keterangannya dan menjalani persidangan.

(Ism, Sumber: Mynewshub.cc)

2 dari 4 halaman

Pidato Pilu dari Pria yang Hanya 30 Menit Jadi Suami

Dream - Bagi banyak orang, pernikahan menjadi hari bahagia. Namun tidak untuk pasangan di Malaysia ini. Mereka bercerai hanya setengah jam setelah akad nikah.

Kisah itu berawal dari kurangnya mas kawin. Pengantik lelaki memang sengaja mengurangi uang hantaran sebesar RM 1.000. Dia ingin melihat tipe seperti apa keluarga dan wanita yang dinikahi itu.

Ya benar saja, setelah menerima seserahan, keluarga mempelai wanita ribut, menghujat pengantin lelaki. Menagih kekurangan uang hantaran. Mempelai wanita pun tak kalah galak. Dengan suara tinggi dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya.

Watak asli sang perempuan dan keluarganya tampak sudah. Sang pengantin laki-laki sangat sedih dibuatnya. Dengan mata berkaca-kaca, pengantin lelaki menyambar mikrofon. Dan di depan para undangan dia mulaoi bicara.

“ Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini,” tutur pengantin lelaki, sebagaimana ditulis fotografer yang mengunggah kisah ini ke akun Facebook Boii Amani Hashim.

“ Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” tambah pengantin itu. Tak hanya mengeluarkan kata-kata. Pengantin itu juga mengeluarkan uang kekurangan hantaran itu dari dalam tas.

“ Tak apa-apa lah,” kata dia sambil terus menahan air mata, “ semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Ya, pidato lelaki itu mengakhiri tali pernikahan itu, yang masih berumur setengah jam. Di saat para undangan belum beranjak, mereka menyaksikan akad sekaligus perceraian. (Ism, Sumber: Facebook Boii Amani Hashim)

3 dari 4 halaman

Kisah Pilu Setengah Jam Jadi Suami, Ceraikan Istri Usai Akad

Dream - Menjadi fotografer pernikahan bukan berarti selalu menyaksikan momen bahagia para mempelai dan keluarga. Tapi, ada kalanya juru foto itu menyaksikan. Bahkan, mengabadikan momen-momen sedih yang seharusnya menjadi hari bahagia itu.

Simak saja pengalaman fotografer pernikahan asal Malaysia ini. Juru foto itu mengunggah kisah perkawinan yang menyedihkan melalui akun Facebook Boii Amani Hashim. Kisah suami yang menceraikan istrinya, setengah jam setelah akad nikah.

Dalam pernikahan itu, sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta. Agak mahal memang. Tapi sang lelaki sudah setuju.

Akad nikah pun dilakukan. Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah. Dan di pesta itu bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.

Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan. “ Duit hantaran kurang seribu,” kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.

Mendengar keributan itu, pengantin permepuan pun bangkit dari duduknya. Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu. Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.

“ Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah,” tanya keluarga pengantin perempuan.

Mendengar cercaan itu, sang pengantin lelaki bereaksi. Meski matanya berkaca-kaca, dia tetap berusaha tersenyum. Lantas dia mengambil mikrofon dan berkata, “ Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini.”

“ Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.

“ Tak apa-apa lah,” kata dia, “ semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki. Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Digerebek Ngaku Sekamar Sama Ibunya, Ternyata si Wanita...

Dream - Seorang pria tertangkap sedang berdua dengan kekasihnya di sebuah hotel murah di Jalan Pintu 10.

Saat petugas menggerebek kamarnya, pria itu membuat pengakuan konyol bahwa wanita yang bersamanya itu adalah 'ibu saudaranya'.

Departemen Agama Islam Kedah (JAIK) melakukan operasi maksiat masyarakat ketika menyisir hotel dan penginapan di wilayah Alor Setar.

Dalam operasi itu, petugas menangkap seorang pria 27 tahun dan wanita 40 tahun yang diduga berbuat zina di sebuah kamar hotel. Saat digerebek, si wanita bersembunyi di kamar mandi karena takut ditangkap.

Awalnya sang pria memberi alasan tak berbuat apa-apa dan menyewa kamar hotel hanya untuk berbincang-bincang dengan pasangannya.

Namun, kebohongan pemuda terbongkar ketika wanita itu mengklaim bahwa dia adalah kenalannya ketika diinterogasi petugas JAIK.

Asisten Direktur Hukum dan Penegakan JAIK Sheikh Mahmud Mohd Rashidi mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, mereka melakukan pemeriksaan di kamar hotel dan mengetuk kamar yang diduga disewa pasangan mesum.

Menurut dia, seorang pria berpakaian lengkap membuka pintu dan terkejut melihat anggota JAIK sebelum mengizinkan masuk untuk melakukan pemeriksaan.

" Pada waktu itu ada seorang wanita diduga bersembunyi di dalam kamar mandi dalam kondisi ketakutan. Dan penyelidikan awal menemukan mereka tidak memiliki hubungan saudara atau suami dan istri, dan pria itu mencoba untuk membingungkan petugas dengan berkata wanita itu ibu saudaranya, tapi gagal," katanya kemarin.

Mohd Rashidi mengatakan, dia percaya seorang wanita itu ibu tunggal dari tiga anak, sementara yang pria masih lajang dan diduga sudah memiliki pacar.

(Ism, Sumber: Harian Metro)

Beri Komentar