Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Anak-anak Yatim Jadi Korban Penipuan Santunan Bodong (Redaksi24)
Dream - Sekitar 1000 anak yatim terlantar selama 10 jam di Pandeglang, Banten. Mereka menjadi korban penipuan lewat janji menerima santunan.
Anak-anak yatim itu dikumpulkan di Masjid Jamiatul Ikro di Kampung Laba, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 13 Juli 2020.
Mereka berasal dari sejumlah tempat seperti Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kecamatan Panimbang, Kecamatan Cigelis, dan Kecamatan Cibaliung, dikutip dari Redaksi24.
Anak-anak yatim ini dijanjikan santunan dari donatur yang tidak diketahui. Tetapi selama 10 jam, ternyata tidak ada acara apapun di masjid tersebut.
Anak-anak tersebut kelaparan dan sebagian ada yang menangis. Sampai waktu Maghrib tiba, tidak ada satupun pihak pelaksana yang muncul.
Koordinator santunan berinisial EJ, warga Cigondang, menghilang dan tidak diketahui keberadaannya. Anak-anak itu akhirnya pulang ke rumah masing-masing.
Marbot Masjid Jamiatul Ikro, Nardi, mengatakan sebelumnya EJ meminta izin untuk menggelar santunan anak yatim di masjid tersebut. Nardi sempat menyarankan EJ meminta izin kepada pengurs DKM.
" Saya tanya kapan dan jam berapa, kata dia (EJ) besok (Senin) sekitar jam 9.00 WIB. Kemudian saya pastikan lagi benar apa tidak akan ada santunan, dan berapa jumlah pesertanya, dia menjawab lagi 'anak yatimnya se-Kecamatan Labuan'," kata Nardi.
Di hari pelaksanaan, kata Nardi, ternyata anak yatim yang datang tidak hanya dari Kecamatan Labuan. Jumlahnya sekitar 1.000 orang.
Sejak pagi jam 09.00 WIB sampai 17.00 WIB, anak-anak yatim tersebut menunggu kedatangan panitia. Tetapi, panitia tak juga muncul sampai sore hari.
Salah satu warga juga membenarkan kejadian tersebut. Warga itu mengatakan tiga keponakannya juga ikut dalam acara itu.
" Kasihan anak-anak yatim, karena tidak ada laporan dari panitia pelaksana baik kepada RT, RW maupun aparatur desa," kata warga yang tidak berkenan disebutkan namanya.
Kepala Desa Cigondang, Cepi Ahmad Suteja, segera menuju ke lokasi begitu mendapat informasi. Dia mendapati banyak anak yang kelelahan menunggu dan kelaparan akibat tidak ada makanan.
" Kami berembuk dengan tokoh warga dari beberapa kecamatan yang ada di lokasi dan akhirnya diputuskan bubar karena dikabarkan koordinatornya kabur," kata dia. (Sumber: Redaksi24.)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya