Innalillahi, Sandiaga Uno Berduka

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 15 Juli 2020 17:07
Innalillahi, Sandiaga Uno Berduka
"Sudah 14 tahun bersama. Duka yang dalam bagi kami sekeluarga," kata Sandiaga Uno.

Dream - Sandiaga Uno sedang berduka. Suami sekretarisnya di dunia bisnis, yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri, meninggal dunia.

" Baru saja saya menerima berita duka dari sekretaris saya di dunia bisnis, yang telah ikut bersama selama kurang lebih 14 tahun," tulis Sandiaga Uno di Instagram.

Sekretaris yang telah lama mengabdi kepada Sandiaga Uno itu adalah Maria. Hari ini, sang suami tercintanya, Prof. Dr. Eduard Suhardono, meninggal dunia.

" Ibu Maria dan keluarganya sudah saya anggap seperti keluarga," tulis Sandiaga Uno.

" Duka yang dalam bagi kami sekeluarga dan juga tim yang selama ini mengenal beliau," tambah mantan calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 itu.

2 dari 7 halaman

Susi Pudjiatuti Bikin Sandiaga Uno Kaget Sampai Dibilang Beli Kacang Goreng

Dream - Susi Pudjiastuti termasuk salah satu sosok menteri yang cukup fenomenal. Tampil nyentrik saat pertama kali diperkenalkan sebagai menteri di Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, Susi membuat gebrakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpinnya.

Selama menjabat, Susi bahkan berhasil membuat jargon Tenggelamkan yang membuat namanya ditakuti para pencuri ikan di perairan Nusantara.

Salah satu momen yang tak terlupakan dari Susi adalah saat menantang Sandiaga Uno, yang kala itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, untuk membuat danau Sunter yang penuh limbah menjadi layak dipakai berenang.

Kini keduanya kembali bertemu saat Sandiaga bertandang ke Pangandara untuk memenuhi undangan Susi Pudjiastuti. Dalam pertemua dua mantan pejabat tersebut, Susi menceritakan kisahnya saat masih menjadi pengusaha. Bahkan, cerita perempuan berusia 55 tahun ini membuat Sandiaga Uno berdecak kagum.

Berikut ulasan selengkapnya seperti yang dikutip dari Merdeka.com

3 dari 7 halaman

Sandiaga Kenang Momen

Dalam video yang berjudul Sahabat Lama Bertemu, Nostalgia Hingga Ngomongin Bisnis tersebut, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini mengaku beruntung bisa tinggal di dekat laut saat pandemi Covid-19 melanda Tanah Air.

 Susi - Sandiaga© Merdeka.com

" Laut kecintaan saya. Orang di Jakarta lock up di apartement or house. I still can go to paddling, every single day (orang di Jakarta karantina di apartemen atau rumah, saya masih bisa pergi mengayuh setiap hari)," katanya.

Pertemuan dua mantan pejabat tersebut membangkitkan kenangan Sandiaga saat bertemu dengan Susi. Kala itu wanita yang kini mempunya program Cek Ombak itu masih menjabat sebagai salah satu pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. 

Kala itu, Susi mengaku telah melihat potensi dari sumber daya alam di Indonesia. Terutama di bidang kelautan dan perikanan.

" Jadi 11 tahun lalu saya inget banget tuh diundang ke sini. Bu Susi jadi pengurus di Kadin. Kita lagi mulai program untuk memberdayakan UMKM. Dan menariknya waktu itu Bu Susi melihat potensi dari sumber daya alam kita. Termasuk kelautan dan perikanan," ucap Sandiaga.

4 dari 7 halaman

Punya 14 Pesawat

Saat bertemu Sandiaga kala itu, Susi menceritakan bahwa sebagai pengusaha ia telah memiliki lebih dari 10 pesawat pada saat itu.

 Susi - Sandiaga© Merdeka.com

" Waktu itu 2009 punya 14 pesawat kalau enggak salah. Atau 20 kali," terangnya.

5 dari 7 halaman

Lihat Susi di Majalah Asing

Gaya Susi yang kerap cuek dan unik menjadikannya viral pada beberapa waktu silam. Foto dirinya yang tengah duduk di lantai sontak menjadi sorotan berbagai media.

" Saya lihat di majalah. Susi went shopping (Susi pergi berbelanja). Di salah satu Air Show. Kalau enggak salah di Prancis ya. Sama di Singapura. Begitu saya lihat lah ini Bu Susi," ceritanya.

Rupanya, kala itu merupakan momen saat Susi usai mendatangi sebuah pameran pesawat terbang, Tidak hanya cukup di sana, ia pun juga memborong pesawat terbang dalam jumlah yang fantastis.

 Susi - Sandiaga© Merdeka.com

" Berapa ibu beli waktu itu?" tanya Sandi.

" Tiga puluh," jawab Susi.

" Tiga puluh? Hahaha. Beli pesawat itu kayak beli kacang. Tiga puluh," ungkap Sandi.

6 dari 7 halaman

Bantu Korban Tsunami Aceh

Kepada Sandiaga, Susi juga menceritakan kisah di balik nama Susi Air sebagai label perusahaan logistik miliknya. Rupanya, hal tersebut tidak jauh dari peristiwa tsunami Aceh yang melanda pada 2004 silam.

" Dulu kan rencananya bukan buat Susi Air, rencananya dulu buat logistik ikan. 2004 Desember ada tsunami. Nah saya pikir bisa bantu, saya bawa ke Aceh. Di Aceh akhirnya orang-orang panggil Susi Air," kenangnya.

7 dari 7 halaman

Pada bagian lain, Susi mengatakan menjadi menteri sebetulnya bukan impian di dunia karier apalagi untuk ajang mendapatkan materi. Susi mengatakan keputusannya untuk bergabung dalam kabinet didorong keinginannya mengubah regulasi agar menjadi lebih baik.

 Susi - Sandiaga© Dream

" Ya saya ingin membenahi regulasi yang tidak betul supaya benar. Sehingga orang punya kesempatan yang sama dalam berusaha. Nelayan kecil pun bisa hidup," tuturnya.

Menjadi orang nomor satu di KKP diakuinya bukan hal yang mudah. Sebab, ia melihat banyak kepentingan yang justru menghambat ambisinya untuk membenarkan peraturan mengenai potensi kelautan Tanah Air.

" Terlalu banyak kepentingan. Tidak mudah, politik apalagi. Situ sama saya di posisi yang berseberangan juga," jelasnya.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

 

Beri Komentar