Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lumpur Rendam Jalanan Kecamatan Masamba, Luwu Utara (Twitter @kp2c_info)
Dream - Kecamatan Masamba di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, terendam lumpur dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter. Lumpur memenuhi jalanan yang sempat diterjang banjir bandang luapan Sungai Masamba pada Senin, 13 Juni 2020 pukul 19.00 WITA.
Video yang diunggah akun Twitter @kp2c_info, menunjukkan situasi di jalanan Kecamatan Masamba. Tampak lumpur menutup permukaan tanah dan mulai memadat.
Lumpur itu menyebabkan permukaan tanah meninggi. ATM pun terendam lebih dari setengah bagian mesin, sementara pintu ruko tak bisa dibuka.
#prayformasamba #PrayForLuwuUtara pic.twitter.com/UyHw0mJyrO
— KP2C (@kp2c_info)July 15, 2020
Sementara di beberapa kawasan, lumpur sampai merendam sebagian besar rumah tinggal. Hanya tersisa atap rumah di atas permukaan lumpur.
Dikutip dari Liputan6.com, Sungai Masamba meluap akibat curah hujan yang tinggi di hulu. Luapan tersebut membawa lumpur dan batang pohon ukuran besar.
" Air sungai meluap. Kejadiannya sesudah Sholat Isya, air terus naik dan merendam rumah warga. Air ini bercampur lumpur," ujar Sekretaris Palang Merah Indonesia Luwu Utara, Amiruddin.
Volume air mulai meluap pada pukul 20.15 WITA namun tak terlalu besar. Setelah 30 menit, air mulai surut sehingga warga yang sempat menyelamatkan diri kembali ke rumah masing-masing.
Tetapi, pukul 21.00 WITA, air kembali meluap sangat besar dengan ketinggian diperkirakan mencapai 4 meter. Sebagian warga terjebak di dalam rumah.
" Hujan mulai reda itu jam 22.45 (WITA), lalu air baru surut jam 01.00 (WITA) lewat, dini hari," kata Amiruddin.
Banjir tersebut menyebatkan sejumlah korban meninggal dunia. Selain itu ribuan keluarga terdampak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Mustari, mengatakan hingga hari ini tercatat 16 orang meninggal meninggal. 12 dari 16 jenazah yang ditemukan sudah bisa diidentifikasi.
Kemudian, 10 orang dinyatakan terluka. Korban terluka dirawat di RSUD Andi Djemma di Masamba.
Selain itu, sebanyak 23 orang dilaporkan hilang. 156 keluarga yang terdiri dari 655 orang terpaksa mengungsi.
" Hari ini kita akan kembali melakukan pencarian korban dan berkoordinasi dengan tim gabungan penanggulangan bencana di Luwu Utara," kata Mustari.
(Laporan: Razdkanya Ramadhanty)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya