Mengapa Warga Inggris Jarang yang Pakai Masker

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 15 Juli 2020 07:03
Mengapa Warga Inggris Jarang yang Pakai Masker
Pada akhir bulan April, ditemukan ada sekitar 25 persen orang di Inggris yang mengenakan masker atau penutup wajah di tempat umum. Jumlah tersebut dinilai sangat rendah.

Dream - Hingga hari ini banyak warga Inggris yang enggan mengenakan masker meski pandemi virus Corona belum berakhir di negara itu. Hal ini dapat terlihat di area pertokoan dan fasilitas kereta bawah tanah di London.

Di pekan yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengkonfirmasi bukti kemunculan penularan virus corona dapat melalui udara (airborne).

Maka dari itu, para ilmuwan senior mendesak warga Inggris untuk menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penularan virus itu.

1 dari 5 halaman

Inggris masih menjadi salah satu negara di dunia yang paling terkena dampak Corona, dengan jumlah kematian yang hampir menembus 45.000. Berada di urutan ketiga setelah Brasil dan AS.

" Inggris jauh terbelakang dari banyak negara dalam hal mengenakan masker," ujar Kepala akademi ilmu pengetahuan nasional Inggris, Venki Ramakrishnan. 

Ramakrishnan juga mengklaim, tidak mengenakan masker seharusnya dianggap sebagai tindakan anti-sosial. Seperti mengemudi saat tengah mabuk.

" Juga adanya bukti yang berkembang, memakai masker akan membantu melindungi orang lain, dan bahkan juga diri Anda sendiri," terangnya lagi. 

2 dari 5 halaman

Pernyataan dari Ramakrishnan itu pun juga menjadi ulasan penelitian ilmiah global tentang penggunaan masker yang diterbitkan oleh kelompok multi-disiplin, yang diselenggarakan oleh Royal Society - Data Evaluation and Learning for Viral Epidemics (DELVE).

Laporan SET-C (Science in Emergencies Tasking COVID-19 group) dan British Academy berusaha menjelaskan, faktor-faktor perilaku sosial yang tampaknya dapat mempengaruhi penggunaan masker. Serta menunjukkan betapa pentingnya kebijakan pemerintah dan pesan yang mereka berikan.

Pada akhir bulan April, ditemukan ada sekitar 25 persen orang di Inggris yang mengenakan masker atau penutup wajah di tempat umum.

Jumlah itu dinilai sangat rendah dibandingkan dengan Italia yang mampu mencapai hingga 83,4 persen dan 63,8 persen di Spanyol pada periode yang sama.

 

3 dari 5 halaman

Faktor Penolakan Penggunaan Masker

Direktur Leverhulme Center for Demographic Science di Universitas Oxford dan penulis utama pada laporan SET-C, Melinda Mills, menjelaskan untuk memahami mengapa orang tidak memakai masker, penting untuk memeriksa faktor-faktor perilaku seperti pemahaman publik tentang masker dan cara pemakaiannya.

" Dapat dijelaskan, itu bukan kesalahan publik untuk tidak memakai masker di Inggris. Sebaliknya, kebijakan yang konsisten dan pesan publik yang efektif sangat penting, yang bahkan berbeda di Inggris, Skotlandia dan Wales," jelas Mills.

Warga di negara-negara seperti Italia dan Spanyol, menurut Mills, dengan cepat mengadopsi budaya mengenakan masker selama periode Corona COVID-19, dipengaruhi kebijakan pihak berwenang yang konsisten dan pedoman dalam tujuan penggunaan masker.

4 dari 5 halaman

Contoh diambil dari dari Spanyol yang telah mencatat lebih dari 28.000 kematian akibat virus itu. Sejak 21 Mei, pemerintah Spanyol mengharuskan setiap orang yang berusia di atas enam tahun, untuk mengenakan masker di dalam dan di luar ruangan. Atau ketika jarak minimum dua meter tidak dimungkinkan.

Perdana Menteri Pedro Sanchez diketahui memerintahkan agar kebijakan itu tetap diberlakukan, bahkan setelah status darurat di Spanyol berakhir pada 21 Juni.

Sementara sebuah studi baru di AS, menunjukkan salah satu pendorong utama kasus Virus Corona adalah dari " penyebar diam," atau yang disebut sebagai orang-orang yang asimptomatik atau tanpa gejala.

Laporan itu diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, yang menemukan mereka yang tidak menunjukkan gejala (asimptomatik atau presimptomatik) dapat bertanggung jawab atas setengah kasus.

5 dari 5 halaman

Maka dari itu, laporan itu pun juga menyoroti bagaimana masker dapat berguna dalam mencegah penyebaran virus.

" Kami telah mengidentifikasi bukti meyakinkan yang sudah berusia puluhan tahun dan tampaknya dilupakan. Sejak saat masker bedah dibuat dari kain dan dapat digunakan kembali, menunjukkan bahwa mereka membantu mencegah penularan infeksi melalui udara. Sekarang bahkan ada beberapa bukti bahwa masker mungkin secara langsung bermanfaat bagi pemakainya," ujar profesor Patologi dan Kedokteran Laboratorium Emeritus di University of Pennsylvania, Paul Edelstein. 

Tak sampai di situ, Edlestein juga menambahkan, orang-orang yang tidak memiliki gejala juga bisa secara tidak sadar menghembuskan tetesan (droplets) yang membawa virus.

" Jika wajah mereka tertutup, sebagian besar tetesan itu akan ditangkap sebelum mereka dapat menulari ke orang lain. Mengenakan penutup wajah dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit," tambah Edlestein. 

(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar