Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Fetullah Gulen (aa.com)
Dream - Komite Pengarah Nasional Amerika Turki (TASC) yang berbasis di Amerika Serikat mengirim surat kepada Kongres pada Senin lalu untuk meminta ekstradisi pemimpin Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik kudeta tahun 2016 di Turki yang gagal.
Permintaan tersebut dilayangkan sesaat peringatan empat tahun sejak kudeta 15 Juli 2016 yang menewaskan 251 orang dan melukai lebih dari 2.200 orang lainnya.
" Kultus Gulen tidak mewakili warga Turki-Amerika, tidak mendukung Islam, dan tidak percaya pada demokrasi. Fethullah Gulen berdiri dengan egois untuk jaringan multi-juta dolar korupnya yang merupakan subjek investigasi federal dan negara," tulis surat itu.
" Lebih jauh lagi, kami warga Turki-Amerika menjauhkan diri dari fundamentalisme dan anti-Semitisme Gulen, yang disembunyikannya dengan alasan dialog antar-agama ketika dia berusaha mengeksploitasi rasa takut akan Islam dan menembus masyarakat Amerika untuk mendapatkan pengaruh politik," tambah TASC.
Surat itu mencatat bahwa anggota Gulen membajak aset NATO dan mengubahnya untuk melawan rakyat pada malam 15 Juli dan semua bukti merujuk pada Gulen yang berbasis di Pennsylvania.
" Warga Turki-Amerika dan rakyat Turki menginginkan keadilan dan mendukung permintaan Turki untuk ekstradisi Gulen dan agar para letnannya diadili. Amerika Serikat seharusnya tidak menolak keadilan bagi rakyat Turki," desak komite itu.
Surat itu juga menggarisbawahi kesamaan yang luar biasa antara Gulen dan Omar Abdel-Rahman, juga dikenal sebagai 'Syekh Buta', yang dihukum dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena konspirasi hasutan yang mengilhami militan untuk mengebom World Trade Center di Kota New York pada 1993.
Dipimpin bersama oleh Gunay Evinc dan Halil Mutlu, semua anggota dewan TASC menandatangani surat itu.

Sedikit tentang FETO, merupakan kelompok teror generasi baru yang dianggap berpotensi bagi perdamaian dan keamanan Internasional menurut laporan Kepolisian Turki.
FETO kerap digambarkan sebagai organisasi ilegal yang menepatkan dirinya sebagai gerakan keagaamaan atau kelompok masyarakat sipil.
Kelompok teroris tersebut telah menyusup ke sistem peradilan dan pendidikan, media, intelejen, dan lembaga keamaan setara tentara.
Sumber: aa.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya