TNI Tewas Ditembak Brimob, Dikira Kelompok Santoso

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 28 Juli 2016 13:15
TNI Tewas Ditembak Brimob, Dikira Kelompok Santoso
Para tentara sudah menjelaskan mereka anggota Satgas Tinombala TIM 1, tetapi...

Dream - Seorang anggota TNI berpangkat Sersan Dua (Serda) dari Satuan Intelrem 132/Tadulako, Muhammad Ilman, dilaporkan tewas tertembak oleh pasukan Brimob. Insiden terjadi pada Rabu, 27 Juli 2016 di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto mengatakan sebelum kejadian, Pos sekat Towu menerima laporan dari warga bernama H (50) yang menyebut ada tujuh orang yang mencurigakan dengan tampilan gondrong dan menyerupai orang tidak dikenal (OTK).

" Komandan pos melapor ke komandan pos 7.14 untuk koordinasi penyekatan. TNI menyekat di atas dan Brimob menyekat di bawah menyisir," jelas Hari dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 28 Juli 2016.

Ia menerangkan saat itu tidak ada laporan sama sekali terkait adanya tim dari satgas 1 yang akan masuk wilayah Towu ke Pos Sekat.

Setelah pertemuan terjadi, tim dari B 011 melakukan pengepungan dengan formasi L dan menyebut kata sandi. Tetapi, sandi itu tidak dibalas bahkan ada upaya melarikan diri.

Ketika diberi tembakan ke atas, kelompok tersebut lari dan kemudian dilanjutkan dengan tembakan terbidik. Setelah adanya tembakan tersebut, mereka berteriak Satgas 1 Tinombala dan tembakan dihentikan.

Setelah mengetahui hal tersebut, team penyisir segera mendekat dan memberikan pertolongan selanjutnya mengevakuasi korban. Kemudian diketahui bahwa korban adalah Serda Ilman anggota Intel Satgas 1 Tinombala. Setelah evakuasi dilakuan, tim ditarik menuju Posko Bravo di Tokorondo.

" Kami menyatakan penyesalan yang mendalam dan menyampaikan belasungkawa. Semoga almarhum khusnul khotimah," ujar dia.

Kronologis Penembakan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan terjadi sekitar 11.00 WITA. Saat itu, Serda Ilman bersama anggota intel satgas Tinombala yang berjumlah tujuh orang, lima personel intel dan warga sipil, tengah menyusuri goa yang dicurigai tempat penyimpanan senjata.

Salah satu anggota tim Kapten Inf Khalef naik menuju goa yang berada di belakang kampung Desa Towu. Dia naik melalui tangga Tower XL Towu yang berada di jalan Trans Sulawesi.

Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), Khalef dan Ilman melakukan penggalian. Tiga anggota lain dan dua warga sipil masuk ke dalam goa dan melakukan penyisiran senjata api.

Operasi tersebut merupakan upaya untuk menindaklanjuti informasi terkait adanya penimbunan senjata api di goa tersebut.

Pada saat melakukan penggalian dan pencarian senjata, mereka tiba-tiba diberondong tembakan dari atas ketinggian 20 meter. Penembakan itu dilakukan oleh satu tim anggota Brimob pos sekat Towu.

Mendengar suara tembakan, kelima anggota satgas intelrem serta dua orang warga sipil langsung tiarap. Sembari tiarap, mereka berteriak mengatakan merupakan anggota Satgas Tinombala TIM 1, tetapi diabaikan.

Akibat kejadian tersebut, Ilman dengan NRP1130100250292 tertembak di bagian kepala belakang dan langsung tewas di tempat.

Setelah melihat ketujuh orang tersebut sudah tiarap dan tidak melakukan perlawanan, semua anggota Brimob tersebut mendekat dan menodongkan senjata laras panjang kepada anggota Satgas Intelrem.

Anggota Satgas Intelrem itu lalu berusaha menjelaskan kepada anggota pos Brimob mereka juga anggota Satgas Tinombala dari TIM 1. Penjelasan itu tetap diabaikan dan tim Brimob tetap memaksa mereka membuka baju dan merampas senjatanya dan meninggalkan para korban. 

Usai dilepaskan, tim Satgas Intelrem mengangkat jenazah Serda Ilman dan memapahnya menuju jalan raya.

Mereka kemudian menghentikan mobil truk untuk membawa korban ke Desa Tokorondo. Setelah sampai di Tokorondo mereka dijemput mobil ambulans dari Yonif 714 selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit Poso. (Sah)

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah