Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Perjuangan Samantha Elauf, muslimah Amerika Serikat yang ditolak bekerja karena mengenakan hijab, berbuah positif. Mahkamah Agung memenangkan gugatannya terhadap Abercrombie & Ficth Co.
Elauf yang tetap mengenakan hijab selama proses wawancara tak pernah mengatakan jika dirinya seorang muslimah.
Dengan hasil 8-1, di mana 8 anggota hakim sidang memenangkan Elauf, majelis hakim menetapkan Abercrombie telah melanggar Civil Rights Act 1961. Aturan ini menyebutkan larangan adanya diskriminasi berdasarkan kepercayaan maupun praktik keagamaan.
" Ini kasus yang mudah," kata Hakim Antonim Scalia yang mengumumkan keputusan sidang majelis.
Tak hanya kaum muslim, Elauf juga memperoleh dukungan dari organisasi yang mewakili Yahudi, Sikh, Kristen, dan organisasi penyuka sesama jenis. Dalam aksinya, mereka mendesak agar ada pelrindungan terhadap pekerja dari berbagai latar belakang agama dalam pekerjaannya.
Kasus ini bukan pertama kali menimpa Abercrombie & Fitc Co. Pada 2013, perusahaan pernah bertikai dengan dua muslimah AS yang jadi korban manajemen karena mengenakan hijab.
Kedua muslimah tersebut akhirnya mendapatkan kompensasi US$ 71 ribu.
Sejak kasus tersebut, Abercrombie mengubah kebijakan kantornya terhadap pegawai berkerudung.
Seperti diketahui, perselisihan ini bermulai ketika Samantha Elauf ditolak bekerja di bagian sales pada 2008 di toko Abercrombie di Tulsa ketika berusia 17 tahun.
Pertanyaan muncul apakah Elauf memerlukan perlindungan hukum agar perusahaan yang akan digugat harus menjalankan aturan Civil Right Act 1964. Hukum ini melarang diskriminasi kerja berdasarkan keyakinan dan praktik keagamaan.
Dalam proses wawancara Elauf diketahui mengenakan hijab. Namun selama proses penerimaan ini, Elauf tak secara spesifik meminta perusahaan memberikan kebebasan menjalankan kewajiban agamanya.
Perusahaan sendiri membantah tudingan Elauf yang mengatakan penggunaan hijab melanggar 'kebijakan penampilan' yang dipakai staf penjualan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya