Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Hilang satu, tumbuh seribu. Banyak yang mengharapkan jadi orang nomor satu di FIFA menggantikan Sepp Blatter
Dream - Kongres luar biasa FIFA untuk memilih pengganti Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA diperkirakan berlangsung antara Desember 2015 dan Maret 2016. Banyak orang yang siap menggantikan posisi Blatter tersebut.
Sepp Blatter mengalahkan Pangeran Ali bin al-Hussein dari Yordania untuk mendapatkan posisi Presiden FIFA dalam 5 tahun mendatang. Meski kalah, Ali mengatakan siap untuk menjadi kandidat kembali dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang.
"Saya selalu ada untuk sepak bola dan itu merupakan hal yang paling penting karena begitu banyak pekerjaan dalam memperbaiki organisasi ini dengan cara yang tepat," ujar Ali seperti dikutip dari BBC, Rabu, 3 Juni 2015.
Begitu pun dengan mantan pemain sepak bola Perancis David Ginola. Dia sempat mengajukan diri sebagai kandidat Presiden FIFA, sayangnya, dia dinilai kurang memenuhi kriteria.
Meski demikian, lelaki 48 tahun yang sempat memperkuat tim Everton Inggris ini menegaskan siap menjadi kandidat kembali. (Ism)