Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (http://washingtonpost.com)
Merasa tidak lagi mendapat dukungan, Sepp Blatter pamit dari FIFA.
Dream - Sepp Blatter mengundurkan diri sebagai Presiden Badan Sepak Bola Dunia, FIFA di tengah skandal korupsi yang sudah dilaporkan dan dalam proses penyelidikan di Amerika Serikat.
Seperti dilansir dalam BBC, Rabu, 3 Juni 2015, ketika mengumumkan pengunduran dirinya, pria 79 tahun asal Swiss itu meminta agar FIFA mengadakan kongres luar biasa untuk memilih penggantinya sesegera mungkin.
Blatter terpilih sebagai Presiden FIFA pada pekan lalu, meski 7 pejabat FIFA telah ditangkap dua hari sebelum pemungutan suara.
"Mandat saya tampaknya tidak didukung semua orang," ujar Blatter.
Lalu, kapan FIFA akan memilih Presiden barunya?
Blatter yang telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak tahun 1998 mengatakan "Kongres FIFA biasa berikutnya akan dilakukan pada 13 Mei 2016 di Mexico City," jelasnya.
"Diharapkan tidak ada penundaan karena alasan tertentu. Saya akan mendesak komite eksekutif mengatur kongres luar biasa untuk pemilihan pengganti saya. Ini juga harus sejalan dengan undang-undang FIFA dan kita harus memberikan waktu yang cukup bagi kandidat terbaik untuk memperkenalkan diri dan berkampanye," tambahnya.
Kongres luar biasa itu diperkirakan berlangsung antara Desember 2015 dan Maret 2016. (Ism)