Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Presiden Joko Widodo sempat menunjukkan ekspresi marah saat rapat kabinet membahas penanganan Covid-19 beberapa pekan lalu. Jokowi berbicara dengan nada sedikit tinggi dalam rapat tersebut.
Setelah lama diam, Jokowi menjelaskan soal situasi sidang kabinet paripurna yang sekilas memang terlihat menegangkan tersebut. Presiden menyatakan dia tidak sedang memarahi para pembantunya melalui memberikan motivasi.
" Saya minta para menteri untuk bekerja keras, tapi kalau mintanya dengan nada yang berbeda, yang untuk memotivasi para menteri untuk bekerja lebih keras lagi, bukan marah, memotivasi agar lebih keras lagi bekerjanya," ujar Jokowi, dikutip dari Merdeka.com.
Jokowi mengatakan saat ini dia memberi target para menteri untuk melakukan pencegahan secara lebih massif. Dia ingin angka positif Covid-19 dapat ditekan.
" Kalau sekarang mencegah agar tidak naik, yang sembuh makin banyak, yang positivity ratenya makin rendah, ya hanya begitu saja. Apalagi. Tes massif, tracing agresif, treatment yang dikerjakan manajemen yang baik, beberapa daerah belum melakukan ini, kita ingatkan," kata Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi sempat berbicara dengan nada tinggi ketika menyoroti kinerja para menteri dalam menangani Covid-19. Jokowi menilai kinerja jajaran kabinetnya belum optimal, bahkan ada yang menganggap virus corona sebagai masalah biasa.
" Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ, ini apa nggak punya perasaan? Suasana ini krisis," kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan sangat berbahaya jika sampai Covid-19 dianggap sebagai masalah yang normal. Dia pun meminta para menteri bekerja lebih keras lagi.
" Perasaan ini tolong sama, kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya," kata dia.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya