Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Hotel Australia (Shutterstock)
Dream - Dua hotel di Australia dilaporkan menjadi klaster baru Covid-19. Hal ini terjadi lantaran pengelola hotel dan pengunjung tak mengindahkan ketentuan untuk tetap waspada dengan virus Corona. Salah satunya adalah banyak tamu hotel berhubungan intim dengan staf hotel saat masa lockdown.
Lonjakan kasus baru virus corona di Negara Bagian Victoria tersebut diduga akibat perilaku staf dan tamu hotel tersebut.
Peningkatan tersebut dipicu para pekerja kontrak tidak mengikuti protokol kesehatan saat mengkarantina orang-orang dari kedatangan luar negeri, bahkan berhubungan seks dengan mereka.
Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, pada Kamis 2 Juli 2020 mengumumkan, pemerintah setempat telah menganggarkan 3 juta dollar AS (Rp43,1 miliar) untuk menggelar penyelidikan terkait kasus ini.
Sebelumnya dia telah menyampaikan, beberapa kasus baru Covid-19 pada akhir Mei dan awal Juni dapat dikaitkan dengan “ pelanggaran aturan program karantina hotel”.
Pihak berwenang juga telah memerintahkan sejumlah hotel di seluruh negeri menjadi bagian dari kontrol ketat di perbatasan, demi mengendalikan penyebaran virus corona.
Siapa pun yang tiba di Australia harus melakukan karantina wajib 14 hari di fasilitas yang dikelola pemerintah.
Hanya warga negara Australia dan penduduk tetap yang diizinkan masuk ke dengan beberapa pengecualian.
Stasiun tv pemerintah Australia ABC melaporkan, 31 kasus terkait dengan hotel Stamford Plaza di Melbourne, sedangkan kasus-kasus lainnya terkait dengan hotel Rydges on Swanston, yang juga berlokasi di ibu kota negara bagian itu.
“ Sangat jelas bahwa apa yang terjadi di sini benar-benar tidak dapat diterima dan kita perlu tahu persis apa yang terjadi,” ujar Andrews dikutip dari CNN, dilansir dari Terkini.id, Senin 13 Juli 2020.
Menurut 9News yang berafiliasi dengan CNN, dugaan pelanggaran yang terjadi termasuk klaim beberapa staf melakukan hubungan seks dengan para tamu yang diisolasi dan kurangnya pelatihan para penjaga.
Seorang penjaga keamanan yang dikontrak hotel mengaku hanya menerima pelatihan 5 menit sebelum memulai pekerjaan.
Kemudian dalam wawancara dengan Channel Seven yang juga berafiliasi dengan CNN pada Kamis 2 Juli 2020, Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan, “ Ada dua kasus di mana tampaknya ada pelanggaran dengan konsekuensi besar.”
“ Kami akan mendesak pihak berwenang Victoria untuk mencatat mereka jika ada orang-orang atau perusahaan yang berperilaku tidak tepat,” imbuhnya.
Lonjakan kasus Covid-19 terjadi di Victoria dalam beberapa pekan terakhir, yang mendorong pemerintah setempat untuk memberlakukan aturan lockdown baru di beberapa wilayah Melbourne.
Andrews mengatakan, program karantina juga telah diatur ulang di bawah pengawasan otoritas pengawas penjara negara bagian itu.
(Sah, Sumber: CNN.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya