Pasien Corona Meningkat Tapi Rumah Sakit di Negara Ini Sepi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 14 Juli 2020 07:13
Pasien Corona Meningkat Tapi Rumah Sakit di Negara Ini Sepi
Ribuan tempat tidur di rumah sakit itu kosong tak terisi pasien.

Dream - Masa pandemi covid-19 yang sedang melanda saat ini, kebanyakan rumah sakit di kewalahan dengan penumpukan pasien rawat inap. Hingga membuat tenaga medis bekerja tanpa henti.

Namun hal ini rupanya berbanding terbalik dengan yang terjadi di Bangladesh. Berbagai rumah sakit di wilayah Dhaka justru mengalami kekosongan tempat tidur.

Saat ini, banyak warga Dhaka yang memilih kehilangan nyawa di rumah, ketimbang harus dibawa ke rumah sakit.

1 dari 7 halaman

Dilansir dari World of Buzz, hal ini terbukti dengan ribuan tempat tidur di rumah sakit Bangladesh, kosong tak terisi pasien meski angka pasien Covid-19 di negara itu terus meningkat.

Pada Jumat, 10 Juli 2020 lalu, Bangladesh melaporkan ada sekitar 180.000 kasus dengan kira-kira 3.000 kasus baru setiap harinya dan jumlah kematian saat ini mencapai 2.275 jiwa.

Bertentangan dengan data itu, jumlah pasien di rumah sakit yang tertampung di Ibu Kota Dhaka tercatat hanya 4.750 dari 6.305 tempat tidur yang tersedia.

Sementara di Chittagong yang saat ini menjadi hotspot untuk Covid-19, hanya setengah dari tempat tidurnya yang saat ini terisi.

Kedua kota memiliki populasi gabungan 25 juta dan 80% kasus aktif di Bangladesh berasal dari kedua kota ini.

2 dari 7 halaman

Alasan di balik fenomena fobia rumah sakit ini karena rumah sakit di Dhaka terkenal dengan petugas medis yang tidak ramah terhadap pasien.

Bahkan ada desas-desus tentang dokter dan perawat yang tidak ingin dekat secara fisik dengan pasien, karena mereka takut akan terinfeksi.

Oleh sebab itu, sebagian besar pasien lebih suka dirawat di rumah bahkan jika berarti tidak mendapatkan perawatan yang tepat sepenuhnya.


(Sumber: World of Buzz)

3 dari 7 halaman

2 Rumah Sakit Salah Paham, Jenazah Pasien Covid-19 `Dibuang` di Trotoar

Dream - Dalam sebuah insiden yang menggemparkan India, jenazah seorang pasien Covid-19 dibuang begitu saja di trotoar oleh petugas ambulans.

Aksi terjadi diduga karena kesalahpahaman antara dua rumah sakit di Bhopal, ibukota negara bagian Madhya Pradesh.

Wajid Ali, seorang karyawan perusahaan listrik, sedang menjalani perawatan penyakit ginjal di Rumah Sakit Rakyat dekat Raj Bhavan selama hampir dua minggu.

Setelah mulai menunjukkan gejala Covid-19, sampelnya dikirim untuk diperiksa dan hasilnya ternyata memang positif.

4 dari 7 halaman

Ditaruh Begitu Saja di Trotoar depan Rumah Sakit

Rencananya, Wajid akan dipindahkan ke Rumah Sakit Chirayu pada hari Senin. Ambulans pun dikirim ke Rumah Sakit Rakyat untuk menjemput Wajid yang kritis.

Tetapi berjam-jam kemudian jasad pria 57 tahun itu ditemukan tergeletak di trotoar di luar Rumah Sakit Rakyat.

Rekaman CCTV menunjukkan dua pria yang mengenakan ADP mengeluarkan Wajid dari ambulans, dan meninggalkannya di trotoar.

Ketika ditinggalkan di trotoar oleh petugas, tidak diketahui apakah Wajid masih hidup atau sudah meninggal.

5 dari 7 halaman

Kronologi Menurut Rumah Sakit Asal

Menurut Rumah Sakit Rakyat, Wajid dirawat di sana karena menderita komplikasi ginjal.

Setelah Wajid dinyatakan positif, sesuai protokol, mereka memindahkannya ke Rumah Sakit Chirayu yang merupakan fasilitas khusus Covid-19.

Ambulans dari Rumah Sakit Chirayu pun membawa Wajid yang sakit parah. Namun baru beberapa meter berjalan, ambulans kembali ke Rumah Sakit Rakyat.

Mereka kemudian meninggalkan Wajid di trotoar setelah petugas Rumah Sakit Rakyat menolak untuk menerima pria itu kembali.

Rumah Sakit Rakyat mengklaim bahwa pada saat ambulans kembali, ruang ICU mereka sudah disegel karena baru disemprot desinfektan.

6 dari 7 halaman

Pukulan Berat Buat Keluarga

Putra Wajid mengatakan ayahnya sudah sakit sejak Januari dan dirawat di Rumah Sakit Rakyat pada 23 Juni.

Ayahnya sebenarnya masih hidup pada Senin pagi ketika dipindahkan dengan ambulans untuk dibawa ke Rumah Sakit Chirayu.

" Saya tidak tahu apa yang terjadi di ambulans, tetapi mengapa pemerintah distrik harus memindahkannya ke Chirayu dengan mengirim ambulans jika mereka membuangnya di jalan seperti ini?" katanya sambil menangis sedih.

7 dari 7 halaman

Pembelaan Rumah Sakit Rujukan

Rumah Sakit Chirayu membela langkah mereka mengembalikan Wajid ke Rumah Sakit Rakyat. Mereka menganggap langkah itu adalah hal yang benar.

Saat dalam perjalanan, kondisi Wajid tiba-tiba memburuk secara signifikan dan dia membutuhkan perawatan medis segera.

Atas kejadian yang cukup menyedihkan ini, Kepala Menteri Madhya Pradesh Shivraj Singh Chouhan memerintahkan penyelidikan pada hari Selasa.

Sumber: IndianTimes

Beri Komentar