Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi Planet Kapteyn B (Space.com)
Dream - Para ahli astronomi telah menemukan dua planet baru yang mengorbit di sekitar salah satu bintang tertua, Bintang Kapteyn, dekat Matahari.
Oleh karenanya, kedua planet itu disebut Kapteyn dan salah satu dari mereka mungkin mendukung kehidupan--diduga merupakan tempat hidup alien. Dideteksi ada air di permukaan planet tersebut, sehingga manusia pun bisa hidup di sana.
Guillem Anglada-Escude, pengajar Fisika dan Astronomi di Queen Mary University of London mengatakan penemuan planet-planet yang mengorbit bintang Kapteyn ini terbilang mengejutkan.
Salah satu planet yang diduga bisa mendukung kehidupan, Kapteyn b, terletak hanya 13 tahun cahaya dari bumi dan usianya 'baru' 11,5 miliar tahun.
Itu berarti usia planet yang terletak di luar sistem tata surya kita itu 2,5 kali lebih tua dari Bumi. Dia juga 2 miliar tahun lebih muda dari alam semesta ini, yang muncul akibat ledakan Bing Bang pada 13,8 miliar tahun lalu.
" Bisa dibayangkan kehidupan macam apa yang bisa bertahan di planet itu dalam rentang waktu sangat lama," kata Anglada-Escude.
Menurut temuan tersebut, planet Kapteyn b setidaknya lima kali lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintang setiap 48 hari, sehingga cukup hangat bagi air untuk mencair dan muncul di permukaan planet.
Sementara planet kedua, Kapteyn c merupakan planet yang lebih besar lagi dan sangat berbeda. Satu tahun berlangsung selama 121 hari dan hal itu terlalu dingin bagi air untuk mencair.
Bintang Kapteyn pertama kali ditemukan oleh Jacobus Kapteyn di akhir abad ke-19. Bintang ini masuk dalam halo galaksi dan itu adalah bintang kedua tercepat bergerak di langit.
Dengan berat sepertiga dari massa matahari, gugusan Bintang Kapteyn dapat dilihat di konstelasi selatan Pictor dengan teleskop amatir.
Penemuan dua planet baru ini menjadi salah satu upaya menarik untuk menyingkap misteri adanya kehidupan asing di seluruh galaksi.
Sumber: Space.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya