Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Malaysia akan memberikan beasiswa bagi pelajar yang berminat untuk mempelajari ilmu kedirgantaraan. Syaratnya, para pelajar itu harus hafal 30 jus Alquran. Jika syarat itu dipenuhi, maka pelajar akan mendapat biaya kuliah ke luar negeri. Biaya hidup juga ditanggung penuh selama menempuh pendidikan.
" Program ini merupakan projek percontohan untuk mencetak ilmuan muslim di bidang kedirgantaraan yang saat ini didominasi oleh Barat," tutur Menteri Besar Terengganu, Ahmad Razif Abd Rahman, dikutip Dream dari Malaysian Insider, Selasa 3 Juni 2014.
Projek percontohan ini dilatarbelakangi oleh hilangnya pesawat Malaysian Airlines MH370 Maret silam. Pesawat ruter terbang Kuala Lumpur-Beijing yang mengangkut 227 penumpang dan 12 kru itu belum ditemukan hingga kini.
" " Hilangnya Malaysian Airlines MH370 menunjukkan bahwa kita kekurangan ahli di bidang ini dan harus mengandalkan negara-negara Barat," kata dia setelah menutup Aerospace Carnival and Kite Competition 2014 pada Minggu kemarin.
Dengan program ini, para lulusannya kelak menjadi ahli di bidang kedirgantaraan dan fokus mempelajari Alquran, karena kitab suci ini masih banyak menyimpan rahasia. Para lulusan itu nantinya akan ditempatkan di Terengganu Science and Creativity Centre (PSKT) untuk beberapa tahun.
Ahmad Razif mengatakan, saat ini pihaknya bekerja sama dengan University Malaysia Terengganu (UMT) untuk mengidentifikasi perguruan tinggi-perguruan tinggi di luar negeri yang cocok bagi program ini. Rusia, China, dan Amerika Serikat, menjadi negara tujuan yang dinilai cocok untuk program ini.
" Kebetulan, tahun ini UMT mendatangkan ahli dirgantara dari Amerika Serikat. Saya akan menunjuk dia untuk menjadi penasihat di PSKT," tutur Ahmad Razif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya