Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Penghafal Qur'an Dapat Bonus Sekolah ke Luar Negeri

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 3 Juni 2014 10:00
Penghafal Qur'an Dapat Bonus Sekolah ke Luar Negeri
Malaysia akan memberikan beasiswa bagi pelajar yang berminat untuk mempelajari ilmu kedirgantaraan. Syaratnya, mereka harus hafal 30 jus Al Qur'an.

Dream - Malaysia akan memberikan beasiswa bagi pelajar yang berminat untuk mempelajari ilmu kedirgantaraan. Syaratnya, para pelajar itu harus hafal 30 jus Alquran. Jika syarat itu dipenuhi, maka pelajar akan mendapat biaya kuliah ke luar negeri. Biaya hidup juga ditanggung penuh selama menempuh pendidikan.

" Program ini merupakan projek percontohan untuk mencetak ilmuan muslim di bidang kedirgantaraan yang saat ini didominasi oleh Barat," tutur Menteri Besar Terengganu, Ahmad Razif Abd Rahman, dikutip Dream dari Malaysian Insider, Selasa 3 Juni 2014.

Projek percontohan ini dilatarbelakangi oleh hilangnya pesawat Malaysian Airlines MH370 Maret silam. Pesawat ruter terbang Kuala Lumpur-Beijing yang mengangkut 227 penumpang dan 12 kru itu belum ditemukan hingga kini.

" " Hilangnya Malaysian Airlines MH370 menunjukkan bahwa kita kekurangan ahli di bidang ini dan harus mengandalkan negara-negara Barat," kata dia setelah menutup Aerospace Carnival and Kite Competition 2014 pada Minggu kemarin.

Dengan program ini, para lulusannya kelak menjadi ahli di bidang kedirgantaraan dan fokus mempelajari Alquran, karena kitab suci ini masih banyak menyimpan rahasia. Para lulusan itu nantinya akan ditempatkan di Terengganu Science and Creativity Centre (PSKT) untuk beberapa tahun.

Ahmad Razif mengatakan, saat ini pihaknya bekerja sama dengan University Malaysia Terengganu (UMT) untuk mengidentifikasi perguruan tinggi-perguruan tinggi di luar negeri yang cocok bagi program ini. Rusia, China, dan Amerika Serikat, menjadi negara tujuan yang dinilai cocok untuk program ini.

" Kebetulan, tahun ini UMT mendatangkan ahli dirgantara dari Amerika Serikat. Saya akan menunjuk dia untuk menjadi penasihat di PSKT," tutur Ahmad Razif.

Beri Komentar