Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tambal Ban (Shutterstock)
Dream - Kasus tambal ban dengan harga selangit langsung melirik perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, Banyuwangi melakukan investigasi dan koordinasi dengan pemilik bengkel.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Rr Nanin Oktaviantie. Ia mengatakan, dinasnya telah memberikan atensi pada kasus viral tambal ban harga selangit di Banyuwangi.
“ Tentu ini menjadi atensi dari Dinas Koperasi melakukan investigasi atas adanya keberatan konsumen yang viral di media sosial. Kami akan turun ke lapangan mengecek kebenaran kasus ini,” ujar Nanin, Minggu 5 Juli 2020.
Nanin mengaku perselisihan perdagangan seperti ini sebenernya bisa dikomunikasikan dengan baik antara konsumen dan pemilik bengkel. Oleh karena itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan investigasi dan berkoordinasi kepada pemilik bengkel dan konsumen.
“ Ya nanti kita lakukan [investigasi dan koordinasi]. Secepatnya agar masalah ini menjadi clear,” tambahnya.
Nanin berharap tidak terjadi lagi adanya kasus seperti ini. Sebab hal ini juga akan merusak citra dan nama baik Banyuwangi sebagai kota tujuan wisata. Pemilik bengkel bisa menjelaskan terlebih dahulu harga kepada konsumen.
“ Kami berharap tidak ada lagi hal seperti ini. Tentu saja juga pesan kami kepada siapapun yang melayani jasa maupun perdagangan untuk memberikan harga yang sesuai dengan harga di pasaran. Sesuaikan dengan kesepakatan di awal,” pungkasnya.
Sebelumnya sebuah foto kuitansi biaya tambal ban selangit di Banyuwangi viral di media sosial. Dalam kuitansi tersebut, tertulis nominal Rp600 ribu untuk ongkos jasa dan jenis tambal ban.
Foto tersebut viral di WhatsApp Grup (WAG) di Banyuwangi, Sabtu 4 Juli 2002. Foto tersebut langsung menyebar cepat dan mengundang banyak komentar.
Dalam kuitansi itu tertulis dua bongkar pasang Rp50.000 dan dua press silicon Rp550.000. Tertera pula nama bengkel yang beralamatkan di Jl Dr. Soetomo Banyuwangi.
Sumber: Madiunpos
Dream - Kisah sedih dapat ditemukan di mana-mana. Diunggah akun Instagram @ndorobeii, ada kisah seorang lelaki penambal ban yang menggendong anaknya di sekitaran Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Rancaagong, Cianjur.
Lelaki tersebut tengah menggendong anaknya dengan kain agar tidak terjatuh.
" Berbekal kain, anaknya digendong bapak ini saat bekerja, bahkan sampai tertidur lelap," tulis akun @ndorobeii seperti diakses Dream, Senin, 18 November 2019.
Dilaporkan si pemilik akun, bapak tukang tambal ban itu membawa buah hatinya bekerja karena istrinya telah meninggal dunia tiga bulan lalu karena sakit.
" Di saat perhatian lebih dari seorang ibu, saat usianya beranjak besar, takdir berkata lain, ibunya meninggal," kata akun tersebut.
Dalam video itu terlihat, meski harus menggendong anak, bapak tersebut nampak tak kesulitan melakukan pekerjaan.
Warganet pun segera meminta akun @ndorobeii membuka donasi untuk membantu sang bapak penambal ban.
" Ndoro lekas open donasi, kasihan bapaknya, setidaknya bikin tempat kerjanya lebih bagus, biar anaknya juga bisa istirahat yang nyaman, bapaknya juga bisa istirahat dengan nyaman, gak tega beneran," tulis seorang warganet.
" Bersyukurlah kita semua dengan apa yang kita punya saat ini. Masih bisa makan enak, tidur di tempat yang empuk, masih bisa main sosmed. Bekerja di tempat yang layak. Jangan banyak mengeluh. Masih banyak yang lebih susah daripada kita. Semoga sehat selalu Bapak," tulis yang lain.
" Respect Pak beliau lebih milih kerja keras daripada meminta-minta. Aku yakin kelak anak Bapak akan memuliakan Bapak dan berhasil jadi orang sukses," kata yang lain.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya