Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Musim Haji 2020 Ditunda Karena Alasan Keselamatan Dan Kesehatan
Dream - Pemerintah telah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji untuk tahun ini dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan. Di sisi lain, Kementerian Agama sebetulnya sudah menyiapkan perlengkapan untuk para jemaah haji 1441 H/2020 M.
Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nasrullah Jasam, perlengkapan haji musim ini, termasuk souvenir, sudah disiapkan untuk jemaah yang melakukan pelunasan.
Bagi jemaah yang sudah mendapatkan perlengkapan dan souvenir haji dari Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji, maka tahun depan tidak akan mendapat lagi. Perlengkapan dan souvenir tersebut berisi antara lain kain ihram, mukena, serta kain baik haji.
" Kami berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH, sesuai KMA (Keputusan Menteri Agama) 494 Tahun 2020, jemaah yang sudah mendapatkan perlengkapan haji tahun ini tidak akan mendapatkan lagi di tahun berikutnya," ujar Nasrullah, dikutip dari Kemenag.
Untuk jemaah meninggal yang porsinya dilimpahkan kepada ahli waris yang berbeda jenis kelamin, maka perlengkapannya menjadi berbeda. Menurut Nasrullah, sesuai kesepakatan dengan BPS, maka perlengkapan yang sudah diterima dapat diganti
" Misalkan jemaah haji meninggal dunia adalah laki-laki dan ahli waris penggantinya berjenis kelamin perempuan, maka disepakati kain ihramnya diambil dan diganti dengan mukena," kata dia.
Sedangkan untuk gelang jemaah, Nasrullah menyebut semuanya sudah jadi. Tinggal penulisan nama, kloter, dan tahun keberangkatan.
" Itupun tergantung dengan Nota Kesepahaman (MoU) penetapan kuota jemaah haji oleh Arab Saudi. Tergantung situasi apakah kuota masih 221 ribu atau bertambah atau juga bisa jadi berkurang," ucap dia.
Terkait dokumen perjalanan haji, Kemenag tengah menyiapkan video tutorial yang menjelaskan alur penyelesaian dokumen dengan e-visa. Video akan dibagikan kepada seluruh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kankemenag kabupaten kota.
" Karena alur penyelesaian dokumen haji akan di-Kanwilkan dan di-Kankemenagkan, karena itu kita tidak mungkin melakukan sosialisasi sampai dengan Kankemenag yang jumlahnya 500-an. Maka kita buat semacam video tutorial juknis (petunjuk teknis) penyelesaian alur dokumen dengan e-visa," kata Nasrullah.
Dream - Kementerian Agama tengah menyiapkan sistem yang akan memudahkan umat Islam melakukan pendaftaran haji. Sistem tersebut nantinya dapat diakses secara online maupun mobile.
" Kita siapkan dua inovasi untuk memudahkan calon jemaah haji Indonesia yang ingin mendaftar haji, yakni melalui layanan mobile dan layanan online," ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhajirin Yanis, dikutip dari Kemenag.
Muhajirin mengatakan inovasi tersebut merupakan pengembangan dari layanan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji yang sudah online sejak dua tahun lalu. Ketika itu, pendaftaran belum dapat dijalankan secara online karena belum ada regulasinya.
Kebutuhan hadirnya layanan pendaftaran haji online dinilai cukup mendesak ketika pandemi Covid-19 terjadi. Sebab, pendaftaran haji yang masih manual sangat terbatas dan hanya bisa diakses lima orang calon jemaah sehari.
" Rancangan Peraturan Menteri Agama atau RPMA terkait ini sudah dibahas sejak tahun lalu. Regulasi ini antara lain menjelaskan makna diktum pendaftaran haji di kantor Kemenag yang ada dalam UU No 8 tahun 2019," ucap Muhajirin.
Rancangan regulasi tersebut memberikan perluasan makna kantor tidak sebatas bangunan fisik. Lebih dari itu, kantor dimaknai dengan layanan virtual.
Jika regulasi tersebut terbit, kata Muhajirin, pendaftaran haji bisa dilakukan lebih mudah dan fleksibel. Calon jemaah bisa mendaftar lewat layanan web online atau mobile yang ditempatkan di sejumlah titik sehingga tidak harus datang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
" Jadi pendaftaran bisa dari mana saja. Misal calon jemaah sedang berada di luar kota atau bahkan luar negeri, tapi KTP-nya Gorontalo, maka dia bisa mendaftar haji dari kota atau negara tersebut untuk kuota Gorontalo melalui layanan online yang disiapkan," ucap dia.
Saat ini, format layanan tersebut sudah selesai disusun. Kini persiapan tinggal mengenai server dan pengamanan.
" Kita tidak perlu lagi kesulitan harus ada lembar pendaftaran, semua sudah berbasis digital," tutup Muhajirin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya