Mirip Sinetron! Si Wanita Tertukar Pas Lahir di Keluarga Miskin Selama 30 Tahun

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 3 September 2021 10:01
Mirip Sinetron! Si Wanita Tertukar Pas Lahir di Keluarga Miskin Selama 30 Tahun
Endingnya tak terduga banget!

Dream - Seorang wanita di Arab Saudi akhirnya mendapatkan kompensasi sebesar 2 juta riyal, setara Rp7,5 miliar, atas peristiwa masa lalu yang dia alami. Saat lahir, secara tidak sengaja dia tertukar dengan bayi lain dan akhirnya dibesarkan oleh keluarga kurang mampu selama lebih dari 30 tahun.

Wanita tersebut, saat ini berusia 35 tahun, mengajukan gugatan ke pengadilan. Dia mengaku terlahir di sebuah rumah sakit pemerintah dengan orangtua berada.

Tetapi, seorang perawat yang memandikan bayi baru lahir membuat kesalahan secara tidak sengaja. Perawat itu menyerahkan bayi wanita kepada keluarga yang salah.

Laporan media lokal Al Watan menyatakan wanita itu merasa memiliki perbedaan dengan keluarganya. Hal itu dia jalani dari kecil hingga dewasa.

" Dia menjalani masa kecil dan masa mudanya selama hampir 35 tahun dengan keluarga yang berbeda secara warna kulit, karakter, budaya, pendidikan, standar hidup, dan selera," tulis media tersebut.

 

1 dari 9 halaman

Tes DNA Membuktikan

Akhirnya, wanita itu memutuskan untuk memeriksa garis keturunan melalui tes DNA tidak lama setelah dia menikah. Dari pernikahan itu, dia telah memiliki seorang anak.

Hasil tes DNA menunjukkan dia tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga yang membesarkannya. Ditambah, dokumen rumah sakit menunjukkan siapa ibu kandungnya.

Sayangnya, ibu kandungnya telah meninggal sebelum mengetahui kebenaran mengenai bayi yang tertukar. Wanita itu tak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.

" Tidak mungkin menilai tingkat rasa sakit dan kekecewaan yang harus diderita orangtua dan wanita itu, karena mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati hubungan orangtua-anak mereka untuk selamanya," demikian amar Pengadilan Umum di Mekah.

Wanita lain yang turut menjadi korban atas insiden itu juga mendapatkan kompensasi 1,7 juta riyal, setara Rp6,4 juta atas perintah Pengadilan Administrasi di Jeddah, dikutip dari Middle East Monitor.

 

2 dari 9 halaman

Tertukar, Bayi Orang Kaya Raya Diasuh Keluarga Miskin, Tapi...

Dream - Kisah bayi yang tertukar tak hanya ada dalam sinetron saja. Cerita itu benar-benar terjadi, di mana bayi yang baru saja dilahirkan tertukar dengan bayi orang lain.

Kisah ini bermula saat Zoya Tuganova melahirkan bayi perempuan berkulit putih, bernama Luciya, lewat operasi Caesar di sebuah rumah sakit di Cheliyabink, Uni Soviet --sekarang Rusia, pada 29 Januari 1987.

Sementara, di hari yang sama, seorang perempuan bernama Elvira Tuligenova dari etnis Bashkir juga melahirkan anak perempuan yang berkulit agak gelap. Anak itu diberi nama Katya.

Namun takdir menentukan lain. Karena keteledoran rumah sakit, Zoya, yang sekarang telah berusia 69 tahun, membawa pulang Katya. Sementara Elvira membawa pulang Luciya. Bayi mereka tertukar!

lucia© The Siberian Times

Zoya, Lucia, dan keturunannya

" Kukatakan pada mereka, aku tidak mungkin melahirkan bayi berkulit gelap -suamiku secara etnis memang Tatar, tapi dia kulitnya putih," kenang Zoya, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Siberian Times.

Zoya yakin, bayi yang diberikan kepadanya bukan anak kandungnya. " Aku berteriak dan bersumpah, tapi dokter menegaskan bahwa aku mengalami halusinasi. Dokter bahkan mengancam akan membawaku ke seorang psikiater," tambah dia.

3 dari 9 halaman

Terkuak karena...

Karena saat itu Zoya bekerja di jawatan perkeretaapian, pemeriksaan mental akan menyebabkan dia kehilangan pekerjaan. Akhirnya Zoya menerima nasib dengan membesarkan Katya seperti anak kandungnya sendiri.

Namun hasil tes DNA yang dilakukan beberapa tahun belakangan membuktikan Zoya membawa pulang bayi yang salah.

Sekarang, dibantu oleh Katya, Zoya mencoba melacak keberadaan putri kandungnya, Luciya, yang tertukar sejak 30 tahun silam.

" Katya, melihat aku menderita, menawarkan bantuan untuk menemukan putriku. Untung aku ingat nama dan nama keluarga perempuan yang membawa Luciya.

" Begitulah cara kami menemukan darah dagingku, Luciya Tuligenova," kata Zoya.

4 dari 9 halaman

Saat Ditemukan Sangat Memprihatinkan

Zoya menemukan putri kandungnya itu dibesarkan oleh keluarga miskin di desa Kirzhakul.

Elvira, yang selama ini membesarkan Luciya, telah meninggal dunia karena menjadi pemabuk. Sementara 'ayah' Luciya dipenjara karena membunuh seorang tetangga di desanya.

Menurut Zoya, 'ayah' Luciya juga merasa heran dengan penampilan fisik putrinya yang tidak sama dengan dirinya dan anggota keluarga lainnya yang berkulit gelap.

Karena itu, 'ayah' Luciya menuduh Elvira telah berselingkuh. Dia bahkan membunuh seorang tetangga yang dicurigai telah berselingkuh dengan istrinya hingga melahirkan Luciya.

The Siberian Times melaporkan, karena ayah dipenjara dan ibu meninggal dunia, Luciya dan saudara-saudaranya tinggal di panti asuhan.

5 dari 9 halaman

Lucia Menjadi Muslim

Ketika pertama kali melihat Luciya, Zoya langsung mengenalinya. Luciya selama ini dibesarkan oleh etnis Bashkir sebagai Muslim.

" Luciya tidak bekerja dan punya tiga anak, sementara suaminya tidak punya pekerjaan tetap," ujar Zoya.

Menurut Zoya, kemiskinan telah menjadikan putri kandungnya itu menjadi sosok yang pendiam dan sederhana.

" Luciya saat lahir sangat sehat. Tapi karena kehidupan yang keras, dia menjadi perempuan yang tertinggal dan tidak punya pendidikan yang bagus," kata Zoya soal putrinya itu.

Kini Zoya berusaha membangun hubungan dengan putrinya yang sampai saat ini belum berbicara dengan media untuk menceritakan kisahnya sendiri.

Selain itu Zoya juga menuntut kompensasi dan ganti rugi atas keteledoran yang dilakukan dokter dan rumah sakit.

Dia ingin Katya dan Luciya menjadi penerima kompensasi dan ganti rugi tersebut.

" Aku percaya ini adalah kejahatan nyata. Aku masih ingat nama belakang dokter kandungan tersebut dan tanggal lahirnya. Jadi aku harap orang-orang yang bersalah akan bertanggung jawab," kata Zoya.

6 dari 9 halaman

Mirip Cerita di Sinetron, Kisah Nyata Anak Tertukar Ini Bikin Air Mata Berderai

Dream - Kisah anak yang tertukar tidak hanya terjadi di dunia sinetron. Bak sebuah kisah di tayangan televisi, dia keluarga di India ini mengalami kejadian langka kala buah hati mereka tertukar karena kesalahan pengelola rumah sakit. 

Cerita nyata ini menjadi semakin unik karena bayi tersebut berasal dari dua keluarga dengan latar belakang berbeda. Bayi itu berasal dari keluarga muslim dan Hindu, dua komunitas yang sering kali terlibat dalam perselisihan hingga saat ini. 

Seperti dilansir dari Mirror, kedua bayi tersebut dilahirkan di rumah sakit yang sama. Namun, karena kesalahan pihak rumah sakit, kedua bayi tersebut secara tidak sengaja tertukar.

Salma© Mirror UK

Pada awalnya Salma Parbin mencurigai buah hati yang mereka bawa pulang dari rumah sakit di Assam, India pada 2015 lalu adalah bukan anaknya. Kecurigaan Salma tentang putri yang dibawanya itu disampaikan kepada sang suami, Shahabuddin Ahmed.

7 dari 9 halaman

Istri Malah Dibilang Gangguan Jiwa

Sang suami pun tak langsung mempercayainya. Salma tak menyerah begitu saja. DIa menjelaskan kepada suaminya jika wajah putrinya, Jonait, mengingatkannya kepada seorang ibu yang juga melahirkan bersamaan dengannya kala itu.

" Wajah Joanit mirip sekali dengannya. Matanya sama dengan mata perempuan itu. Di keluarga kami tidak ada yang memiliki mata seperti itu," ungkap Salma.

Setelah menerima penjelasan istrinya, Shahabuddin akhirnya memutuskan mendatangi rumah sakit tempat Salma melahirkan. Ia mengatakan kepada pihak RS jika putrinya telah tertukar.

Namun ucapan Shahbuddin itu malah diabaikan pihak rumah sakit. Bahkan istrinya disebut mengalami gangguan jiwa dan perlu bantuan psikiater.

Shahabuddin tak menyerah begitu saja. Ia kemudian membuat petisi agar rumah sakit mengeluarkan rincian terkait bayi yang lahir di waktu dan tempat yang sama saat Jonait lahir.

Berdasarkan data tersebut, diketahui ada tujuh bayi yang lahirnya hampir di waktu yang sama. Shahabuddin juga mendapatkan informasi terkait keluarga masing-masing bayi.

Salah satunya orang tua bernama Shewali Boro dan suaminya, Anil yang tinggal di desa kesukuan dengan jarak sekitar 30 meter dari kediaman Shahabuddin dan Salma. Berbeda dengan keluarga Shahabuddin yang memeluk agama Islam, keluarga Shewali beragama Hindu seperti mayoritas penduduk di desa tersebut.

8 dari 9 halaman

Terharu

Salma© Mirror UK

Akibat tidak tega memberitahu bahwa bayinya tertukar, akhirnya Shahabuddin mengirimkan surat ke Anil dan istrinya.

Sementara Anil dan istrinya justru tidak mencurigai bayi yang mereka rawat selama ini bukan anak kandungnya. Menurutnya, ucapan Shahabuddin itu tidak masuk akal.

Namun, semua berubah saat Anil dan Shewali bertemu secara langsung dengan keluarga Shahabuddin.

Shewli© Mirror UK

" Pertama kali melihat Jonait, saya menyadari wajahnya mirip suami saya. Saya sedih dan menangis," kata Shewali.

Begitu pula dengan Salma. Saat ia melihat anak Shewali yang diberi nama Riyan, ia langsung meyakini bahwa anak laki-laki itu adalah putra kandungnya yang tertukar dengan Jonait.

Penampilan Jonait memang tidak mirip dengan kebanyakan Muslim di Assam. Jonait lebih mirip dengan penduduk di desanya, yang memiliki mata sipit karena pengaruh dari Mongolia.

9 dari 9 halaman

Sudah Terikat Batin

Akhirnya pada akhir tahun 2015, Shahabuddin melaporkan kasus tersebut ke polisi untuk diselesaikan. Pihak kepolisian pun meminta kedua keluarga melakukan tes DNA. Hasilnya pada November 2016, membuktikan bayi mereka memang tertukar sehingga kasus berlanjut ke pengadilan.

Keputusan pengadilan pada awal 2017 lalu, meminta kedua anak ditukar ke keluarga kandungnya. Namun ikatan selama tiga tahun yang sudah terjalin antara ibu dan anak meski tak punya hubungan darah itu sulit dipisahkan. Kedua anak laki-laki itu terus menangis dan menolak dipisahkan dengan ibu dan keluarga yang selama ini mengasuhnya.

" Pengadilan mengatakan kami bisa menukar anak. Tapi kami urungkan karena telah mengasuh mereka selama tiga tahun terakhir. Kami tidak bisa melepas anak ini begitu saja," tutur Salma.

Suami Shewali juga mengatakan bahwa menukar anak yang masih begitu muda bukan keputusan bijak karena bisa melukai kejiwaannya. Itu karena anak-anak tersebut belum memahami apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.

Pada akhirnya, kedua keluarga memutuskan untuk menyerahkan penyelesaian kasus tersebut saat Jonait dan Riyan dewasa. Dan menunggu mereka tumbuh dewasa, kedua keluarga setuju untuk menjadi lebih dekat, meski memiliki latar belakang berbeda.

Mereka berjanji untuk saling bersilaturahmi dan berkunjung satu sama lain. Dengan kedekatan kedua keluarga, diharapkan juga akan menciptakan interaksi antara anak dan orang tua kandungnya.

(Sah, Sumber: Mirror.co.uk

Beri Komentar