Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Dua pasangan di California, Amerika Serikat, telah membesarkan bayi yang ternyata bukan anak mereka. Selama proses mengandung, mereka tidak menyadari bayi masing-masing telah tertukar.
Daphna Cardinale dan suaminya, Alexander, melayangkan gugatan setelah dua tahun mereka memiliki bayi. Awalnya, Daphna menaruh curiga lantaran bayi yang dia lahirkan memiliki kulit lebih gelap, berbeda dengan kulitnya dan sang suami.
Awalnya, kecurigaan tersebut sempat terpendam lantaran keduanya terlanjur jatuh hati pada bayi itu. Mereka juga percaya teknik IVF yang sudah dijalani berhasil.
Beberapa bulan kemudian, mereka baru mengetahui Daphna telah mengandung bayi pasangan lain. Sedangkan ada wanita lain telah mengandung dan melahirkan putri kandungnya.
" Saya diliputi perasaan takut, pengkhianatan, kemarahan, dan patah hati," kata Daphna ditemani sang suami saat konferensi pers mengumumkan gugatan terhadap klinik kesuburan.
" Saya kehilangan kemampuan untuk mengandung anak saya sendiri. Saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk tumbuh dan terikat dengannya selama kehamilan, untuk merasakan tendangannya," ucap Daphna melanjutkan.
Dalam gugatannya, Daphna dan Alexander menuding California Center for Reproductive Health (CCRH) yang berbasis di Los Angeles dan pemiliknya, Dr. Eliran Mor, melakukan malpraktik medis, pelanggaran kontrak, kelalaian, dan penipuan. Pasangan ini menuntut ganti rugi atas peristiwa yang mereka alami.
Dua orang tua lain yang terlibat berencana mengajukan gugatan serupa dalam beberapa hari mendatang. Tetapi, sang pengacara, Adam Wolf, mengatakan pasangan ini meminta agar identitas mereka tetap anonim.
" Kasus ini menyoroti industri yang sangat membutuhkan peraturan federal," kata Wolf.
Bayi-bayi itu, keduanya perempuan, lahir terpaut jarak sepekan pada September 2019. Sejak saat itu, kedua pasangan orangtua tanpa sadar membesarkan anak yang salah selama hampir tiga bulan sampai tes DNA mengkonfirmasi kesalahan tersebut. Bayi-bayi itu ditukar kembali pada Januari 2020.
" Keluarga Cardinale, termasuk putri kecil mereka, jatuh cinta pada anak ini, dan takut dia akan diambil dari mereka," kata pengaduan itu.
" Sementara itu, Alexander dan Daphna tidak tahu keberadaan embrio mereka sendiri, dan dengan demikian mereka takut ada wanita lain yang sedang mengandung anak mereka, dan anak mereka ada di dunia di suatu tempat tanpa mereka," lanjut pengadilan.
Kedua bayi telah dikembalikan ke keluarga kandung mereka, tetapi keempat orang tua telah berusaha untuk tetap tinggal dalam kehidupan masing-masing dan " menempa keluarga yang lebih besar," kata Daphna.
" Mereka sama-sama mencintai putri kandung kami seperti kami mencintai mereka," kata Alexander.
Kasus kesalahan penanaman embrio di California bukan pertama kali terjadi. Pada 2019, pasangan dari Glendale, California menggugat klinik kesuburan yang berbeda, mengklaim embrio mereka secara keliru ditanamkan pada seorang wanita New York, yang melahirkan putra mereka serta anak laki-laki kedua milik pasangan lain, dikutip dari Sky News.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya