Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Sumber Foto: Antara/ M Agung Rajasa
Dream - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat sempat bertemu dengan para seniman wayang orang dan ketoprak. Para seniman itu mengeluhkan beratnya melestarikan dua kesenian itu, khususnya di Ibukota.
Salah satu seniman wayang orang, Aris Mukadi, mengatakan, kesenian yang ia geluti itu semakin hari kian tidak diminati oleh masyarakat, terutama kaum muda. Padahal, seniman juga perlu memenuhi kebutuhan hidup.
" Kami juga menyadari seniman wayang orang dan ketoprak bukan pegawai negeri, pendapatan kami setelah dipotong baru buat kami," ujar Aris kepada Djarot di Sunter, Jakarta, Rabu 22 Maret 2017.
Aris berharap Djarot berkenan memberikan bantuan agar kesenian wayang orang dan ketoprak dapat lestari.
" Kami berharap agar Bapak bisa membantu kami untuk melestarikan kesenian. Kesenian butuh biaya," kata Aris.
Mendapat keluhan dan harapan itu, Djarot berjanji memberikan dana untuk membantu para seniman lokal. Tetapi, dia mensyaratkan dana tersebut dapat dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan baik.
" Ditulis apa yang butuh, masuk ke APBD. Perkegiatan pertahun. Tinggal menyusun program 1 tahun mau ngapain, dengan cara sperti itu budaya semakin lestari," ucap Djarot.
Mantan Walikota Blitar itu menegaskan, pertanggungjawaban pengelolaan dana harus dijalankan dengan benar. Mengingat, Pemprov DKI telah menerapkan sistem e-budgeting, yang menuntut keterbukaan dalam pengelolaan anggaran.
" Ini konsekuensi kita sudah gunakan e-budgeting. Semua orang tahu, orang buka. Kesenian apa orang tahu, biayanya juga bisa dilihat. Dengan jalan itu semua percaya, sehingga tidak ada dusta di antara kita. Enggak ada yang disembunyikan," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang