Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Basuki Tjahaja Purnama.
Dream – Pada masa depan, Jakarta bisa menjadi kota pintar atau smart city yang bisa memberi kenyamanan bagi siapa pun yang tinggal di sana. Perlahan tapi pasti, pemerintah provinsi DKI Jakarta sibuk berbenah dengan berbagai cara agar konsep ini bisa terwujud.
Konsep ini pernah disampaikan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tahun 2014 ketika masih mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Setelah Jokowi menjadi presiden, lalu Ahok menggantikan posisinya sebagai gubernur, konsep smart city masih konsisten dilaksanakan.
Saat itu, pemerintah provinsi menjangkau seluruh kelurahan dengan jaringan internet tanpa kabel atau WiFi.
“ Itu pakai fiber optic di semua kelurahan dan targetnya tahun depan minimal RT/RW sudah terpasang WiFi. Seluruh tiang listrik kita ganti LED, dipasangin mikro cell karena kan teknologi kita sudah 4G,” katanya di Jakarta, dilansir dari jakartaasoy.com.
Ahok mengatakan setiap sudut lingkungan RT/RW akan dipasang kamera CCTV dan dibagikan kepada semua aparat keamanan, misalnya Angkatan Darat dan Angkatan Udara. Tujuannya agar aparat membantu menjaga keamanan.
“ Kalau ada apa-apa, kita bisa saling kerja sama, misalnya ada geng perampok motor,” kata dia.
Dari sisi sumber daya manusianya, Ahok mengatakan masyarakat perlu membuka diri dengan era globalisasi saat ini. Masyarakat dipaksa untuk inovatif dan kreatif sehingga orang-orang inilah yang akan tinggal di kawasan perkotaan.
“ Jadi ini seleksi alam, yang nggak sanggup (inovatif dan kreatif) akan tergeser. Yang bisa menggeser adalah penghasilan, dan kita harus menghilangkan kawasan kumuh murah dan membangun rumah susun sewa, termasuk pasar rakyat, kesehatan serta sekolah, dan transportasi murah,” kata dia.
Ahok mengatakan konsep kota pintar harus mampu mensejahterakan masyarakat dari hasil inovatif dan kreativitas yang dimilikinya. “ Kalau nggak bisa buat otak, perut, dan dompet penuh, (namanya) bukan smart city,” kata dia.
Di sisi lain, pemerintah bisa bekerja sama dengan pengusaha untuk mewujudkan konsep ini. Realisais infrastruktur kota pintar sudah relatif baik dan tinggal memasang CCTV.
“ Nggak akan dicolong kok, makanya kita harus kelola dan awasi. Makanya smart city itu perlu seleksi orang,” kata dia.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa