Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Bursa Efek Indonesia (BEI) Ingin Pasar Modal Indonesia Mengalahkan Thailand, Malaysia, Dan Singapura.
Dream – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan tahun 2020 bisa memiliki nilai transaksi dan emiten terbesar di ASEAN. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat jumlah perusahaan tercatat (listed).
Direktur Utama BEI, Tito Sulistyo, mengatakan pasar modal Indonesia memerlukan setidaknya 30 “ pendatang baru” tercatat setiap tahunnya. Dengan begitu, tiga tahun lagi, pasar modal Indonesia bisa mengalahkan negara-negara tetangga di ASEAN.
“ Kita memerlukan lebih dari 30 perusahaan per tahun di BEI kalau ingin mengejar Thailand, Malaysia, dan Singapura pada 2020,” kata Tito di Bali, dilansir dari Merdeka.com, Jumat 10 Maret 2017.
Dia mengatakan BEI meningkatkan kapasitas dan kualitas perusahaan efek yang memiliki kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek (underwriter). BEI juga memberikan kepercayaan lebih kepada profesi penunjang.
“ Saya mengatakan teman-teman underwriter ini punya peran terbesar untuk menambah perusahaan listed di pasar modal,” kata Tito.
Selain dari sesi emiten, BEI juga berjanjii terus berusaha meningkatkan kinerjanya. Dengan mobilisasi dana di pasar modal yang cukup besar, Tito berharap BEI dapat memberikan sumbangsih kepada perekonomian dalam negeri.
Dia mengatakan total penerimaan pajak dari pasar modal tahun 2016 mencapai Rp110 triliun dari total penerimaan pajak Rp1.100 triliun. Penerimaan pajak ini terdiri atas pajak emiten saham sebesar Rp89,7 triliun, dividen saham Rp12,99 triliun, kupon obligasi Rp4,43 triliun, transaksi saham Rp1,84 triliun, penawaran umum saham pendanaan (IPO) Rp10 miliar, dan anggota bursa (sekuritas) Rp640 miliar.
“ Sumbangsih pasar modal terhadap pertumbuhan ekonomi hampir mencapai 12 persen, sedangkan kontribusi ke penerimaan pajak sepanjang 2016 sekitar 10 persen,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
