Tergiur Investasi Pasar Modal Syariah

Reporter : Ratih Wulan
Jumat, 1 April 2016 08:44
Tergiur Investasi Pasar Modal Syariah
Para pelar dan mahasiswa rupanya banyak yang menaruh minat pada investasi ini.

Dream - Peluang investasi di pasar modal syariah tak hanya menarik minat orang-orang yang sudah bekerja saja. Para pelajar dan mahasiswa rupanya juga banyak yang menaruh minat pada investasi ini.

Lihatlah apa yang terjadi di IDX Hall, Jakarta. Pada Kamis, 31 Maret 2016, ratusan pelajar dan mahasiswa merubung Presiden Direktur Karim Consulting Indonesia, Adiwarman Azwar Karim, yang tengah melakukan presentasi kemudahan berinvestasi di pasar modal syariah.

Kepada generasi Y itu, Adiwarman menjelaskan seluk-beluk investasi ini dengan bahasa yang ringan, sehinga mudah dipahami. Menurut dia, produk pasar modal syariah yang dibagi ke dalam dua instrumen, saham dan obligasi.

Saham, kata Adiwarman, berasal dari bahasa Arab, yang bermula dari kebiasaan orang-orang Arab dalam melakukan syrkah (kerjasama). Kemudian berkembang menjadi perjanjian bagi hasil dan kemudian disepakati dalam akad jenis baru yang disebut al muhasamah.

" Dalam akad ini, para pemegang saham akan memindahkan haknya kepada orang lain tanpa perlu minta izin terlebih dahulu ke pemilik modal lainnya," tutur Adiwarman.

Sedangkan untuk obligasi syariah, lanjut dia, diwujudkan dalam bentuk sukuk, yang dalam ilmu syariah disebut sebagai Islamic Tradable Securities yang dapat diperjualbelikan. Sukuk juga harus mampu merepresentasikan aset finansial.

" Padahal yang biasa diperjualbelikan dalam Islam apabila dia represent real asset. Reksa dana tidak bisa diperjualkan karena tidak represent real asset, dia bisa ke syariah karena represent real financial," imbuh dia.

Menurut Adiwarman, perlu seni bermain saham yang pergerakannya memang cenderung naik turun. Dia pun menyarakan investor bersabar saat gerak saham sedang turun.

Namun bagi yang ingin mengambil jalur aman, lebih disarankan untuk membeli sukuk. Di mana para pemainnya hanya tinggal menunggu jatuh tempo dan mendapatkan jatah kupon setiap bulannya.

" Kalau mau agresif beli reksa dana saham, tapi kalau mau tenang-tenang beli saja reksa dana pendapatan tetap," papar dia. Dan para pelajar serta mahasiswa itu tetap antusias, dan terpesona dengan penjelasan Adewarman tentang mudahnya investasi di Pasar Modal Syariah itu. 

Beri Komentar