Ajakan Investasi Sudah Diajarkan Sejak Nabi Yusuf

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 31 Maret 2016 18:16
Ajakan Investasi Sudah Diajarkan Sejak Nabi Yusuf
Pelajaran investasi ternyata pernah diajarkan Nabi Yusuf.

Dream - Saat memutuskan berinvestasi di pasar modal, dibutuhkan sebuah strategi yang tepat dalam memetakan keuangan. Termasuk mempertimbangkan usia sebelum menjatuhkan pilihan ke salah satu instrumen pasar modal.

Direktur Bahana TCW Invesment Management Budi Hikmat mengungkapkan strategi diversifikasi investasi harus menjadi pegangan utama. Budi meyakini Alquran pun sebetulnya menyebut investasi paling cerdas adalah penyimpanan di pasar modal.

Sebagaimana yang dikisahkan dalam perjalanan Nabi Yusuf dalam perintah bercocok selama tujuh tahun. Kemudian kisah tersebut dikukuhkan sebagai cerita terbaik sepanjang masa.

" Itu sudah sesuai dengan saran Nabi Yusuf mengenai tiga hal. Jangan lagi berbicara mengenai ketampanannya, tapi bagaimana ia mampu menerjemahkan mimpi raja namun mampu juga memberi jalan keluar untuk mengatasi tantangan kemamuran," terang Budi saat menjadi pembicara di Festival Pasar Modal Syariah di Aula IDX, Jakarta, Kamis, 31 Maret 2016.

Budi menyarankan setiap calon investor mampu mengenali kebutuhan masing-masing. Seperti misalnya, bagi orang-orang yang telah berusia lanjut lebih dianjutkan untuk membuka tabungan biasa.

namun untuk anak muda, Budi menyarankan mengambil jenis investasi yang lebih agresif di pasar modal seperti saham dan obligasi. Investasi diibaratkan seperti menanam keberuntungan yang menjanjikan peningkatan daya beli sepanjang waktu.

" Lalu pertimbangkan tiga hal seperti Credit risk, Inflation risk and Liquidity risk. Jadi apa yang kita investasikan harus balik, keuntungan juga harus memuaskan serta mudah dijual atau dicairkan," imbuh Budi.

Dari keuntungan hasil investasi pasar modal, investor juga diminta memanfaatkannya untuk berinvestasi dalam bentuk lainnya lagi.

" Makanya kalau sudah memetik hasil harus investasi melalui berbagai jenis aset apakah ke properti kebun dan emas. Namun yang tidak kalah penting yaitu pendidikan dan traveling," ujarnya.

Sedangkan untuk pengelolaan kemakmuran investasi dan asuransi, Budi menegaskan harus dialokasikan sejak awal. Bukan hanya dari sisa-sisa uang bulanan yang tak terpakai saja. Agar berjalan lebih efektif ia memberlakukan potong dari rekening gaji secara langsung.

Beri Komentar