Tips Berinvestasi Syariah Bagi Pemula

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 31 Maret 2016 13:28
Tips Berinvestasi Syariah Bagi Pemula
Jangan malu, Takut dan khawatir akan kehilangan uang adalah wajar. Namun harus dibarengi dengan mencari informasi soal investasi.

Dream - Maraknya invesatasi dalam bentuk reksa dana menggelitik sebagian orang untuk terjun ke dalamnya. Namun dibutuhkan pertimbangan matang dan informasi yang cukup jelas mengenai profil investasi yang akan dipilih.

Senior Fiduciary Advisor Janus Financial, Dwita Ariani mengingatkan investor pemula terlebih dahulu harus menentukan tujuan investasi secara jelas. Ini dibutuhan untuk memetakan langkah-langkah berinvestasi dengan tepat.

" Misal untuk jangka panjang, pasar modalnya seperti apa? Bisa lewat reksa dana dan bisa langsung membeli saham-saham syariah," tutur Dwina dalam Festival Pasar Modal Syariah 2016 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Untuk investasi jangka pendek, perempuan berhijab ini lebih menyarankan investor pemula untuk memilih produk yang berisiko minim. Salah satunya melalui sukuk (surat utang syariah). Produk ini bisa jadi salah satu alternatif investasi syariah yang cukup menguntungkan terutama bagi yang tertarik berinvestasi dalam jangka menengah.

Sedangkan dalam berinvestasi jangka panjang, Dwina menganjurkan agar investor pemula memilih saham dan reksa dana syariah. Hasil imbal dari kedua instrumen ini dianggap cukup menguntungkan dibandingkan investasi dalam bentuk emas.

" Membeli emas mungkin itu hanya melindungi uang kita dari inflasi. Memang ada tahun-tahun kenaikan emas itu tinggi sekali sampai 20 persen tapi itu tidak lama, hanya special edition," imbuhnya.

Dwita menyatakan investor pemula yang masih riskan dan takut mengambil risiko kehilangan aset merupakan hal yang wajar. Sehingga manajemen risiko pengelolaan keuangan menjadi hal penting.

" Jangan sampai uang jangka pendek kita risiko-kan untuk investasi jangka panjang yang risikonya lebih tinggi," paparnya.

Untuk investor pemula, Dwita menyarankan agar mereka memulai dengan memiliki tabungan untuk enam bulan ke depan. Uang ini  bisa dianggap sebagai cadangan fiskal. Dimana kebutuhan pengeluaran dalam beberapa bulan ke depan sudah dipersiapkan dengan matang sebagai pondasi awal.

Selanjutnya, disarankan agar setiap orang yang ingin berinvestasi mulai banyak menyerap informasi. Termasuk mempertimbangkan risiko dari setiap instrumen yang akan dipilih nantinya. Sehingga saat memutuskan berinvestasi jangka panjang, tidak terlalu kaget melihat pergerakan pasar modal yang fluktuatif

" Kalau kita berinvestasi, akan berbagi hasil untung maupun rugi maka jadikan tujuan jangka panjang," kata Dwina menambahkan.

Lebih jauh Dwina juga menjelaskan, sukuk memiliki sistem bagi hasil yang lebih baik dibandingkan deposito. Dimana kupon bagi hasil sukuk telah menyentuh 7,9 bahkan telah mencapai angka 8 persen.

" Sementara deposito itu 5 persen sudah bagus dan itupun masih dipotong pajak. Kalau dari selisih imbal hasil cukup jauh dengan deposito," terangnya.

Investasi dalam bentuk sukuk juga dianggap lebih transparan. Dalam prospektus, investor akan diterangkan tentang proyek apa saja yang dijadikan underlying aset. Sehingga hal itu membuat para investor syariah menjadi lebih nyaman dan aman.

Beri Komentar