Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia, Syafruddin, Meminta Khatib Menjaga Kerukunan Antarumat Beragama Dan Ras Di Indonesia. (Foto: Dewan Masjid Indonesia)
Dream – Indonesia memiliki banyak agama dan ras. Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia, Syafruddin, meminta khatib untuk mensyukuri dan turut menjaga kerukunan antarumat beragama dan ras di Indonesia.
Hal tersebut diutarakan Syafruddin saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka Halaqah Nasional Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Sabtu (22/12/18).
“ Inilah esensi sekaligus raw model bahwa umat Islam di Indonesia tumbuh dan berkembang dengan budaya ketimuran yang penuh toleransi yang sangat tinggi dalam mewujudkan misi Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Sekaligus juga menguatkan peradaban Islam di indonesia,” kata dia.
Sekadar informasi, Halaqah Nasional Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia merupakan pertemuan yang digelar oleh Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia di Hotel Mercure, Jakarta. Acara yang rencananya dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari 21-23 Desember 2018, dengan tema Meneguhkan Peran Khatib dalam Melestarikan Dakwah Rahmatan Lil Alamin.
Pertemuan akan menyatukan persepsi untuk memberikan dakwah kepada masyarakat.
Menurut Syafruddin, paling tidak terdapat dua hal yang menjadi penguatan peradaban Islam, yakni pertama memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dan kedua memiliki jumlah masjid paling banyak di dunia.
Keduanya menjadi penguatan untuk menunjukkan besarnya peradaban Islam di Indonesia.
Namun Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengingatkan bahwa Indonesia bisa saja disalib India yang saat ini jumlah umat Islamnya terus berkembang karena pertambahan jumlah penduduk dan syiar Agama Islam.
“ Saat ini jumlah umat Islam di India mencapai 22 persen dari total penduduk India, tetapi diperkirakan akan meningkat menjadi 30-40 persen,” ujar Syafruddin.
Usai mebuka acara, Syafruddin menjawab pertanyaan wartawan mengenai pengaturan isi ceramah khatib, Syafruddin menegaskan bahwa dalam urusan berceramah, para khatib tak perlu lagi dilatih.
“ Kalau khotib jauh lebih pintar dalam mendalami Islam. Jadi khotib seharusnya bisa tahu apa yang harus disampaikan,” tegas Syafruddin.
Syafruddin juga mengutarakan dalam konteks masjid, bahwa masalah politik bukanlah suatu momok sebab politik adalah sebuah aspek untuk menata kehidupan berbangsa.
Dia juga membantah akan ada sertifikasi para khatib dalam acara tersebut, kecuali membahas masalah agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan perkembangan di dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya