Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Tak Ada Sarung Tangan Medis, Dokter Meninggal Tertular Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 20 Maret 2020 17:00
Tak Ada Sarung Tangan Medis, Dokter Meninggal Tertular Virus Corona
Banyak dokter yang tumbang.

Dream - Dokter berusia 57 tahun yang tertular virus corona, Marcello Natali, meninggal di rumah sakit kota Codogno, Italia. Dia menjalani perawatan di rumah sakit di Cremona, sebelum dipindahkan ke Milan karena mengalami pneumonia ganda.

Dalam wawancara terakhir kepada Euronews, Marcello mengaku harus bekerja tanpa sarung tangan. " Sarung tangan sudah habis," kata dia.

Menurut Marcello, di Codogno dan kota terdekat, Casale, 14 dokter menjalani karantina di rumah sakit sejak 28 Februari 2020.

" Kami tidak siap untuk coronavirus: sebagai dokter di era pasca antibiotik, kami tumbuh dengan pikiran bahwa pil dapat melawan semuanya," kata dia.

Meninggalnya Marcello dikonfirmasi perwakilan Federasi Dokter Umum Italia.

1 dari 6 halaman

Tidak Ada Masker

Paola Pedrini, sekretaris regional di federasi, mengatakan kepada bahwa 110 dokter dari 600 dokter di provinsi Bergamo, mengalami sakit.

" Situasinya belum membaik sejak akhir Februari. Kami menerima beberapa masker, tidak ada sarung tangan. Masker yang harusnya digunakan setengah hari, di sini berlangsung seminggu."

" Kami melayani praktik melalui telepon, jika mungkin, untuk menghindari penyebaran virus dan berhubungan dengan orang tanpa gejala yang masih membawa virus," kata dia.

Tidak hanya Italia, saat ini banyak negara di benua Eropa yang berjuang untuk mendapatkan pasokan sarung tangan, masker medis dan pembersih tangan.

2 dari 6 halaman

Potret Perjuangan Petugas Medis di Italia Lawan Virus Corona

Dream - Penyebaran virus corona baru, Covid-19, telah banyak berkurang di negara asalnya, China. Namun virus tersebut mulai banyak mewabah ke berbagai negara dan telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sebagai pandemik global.

Pejabat WHO menyatakan virus corona baru telah menyebar ke 114 negara di dunia dan berisiko semakin menyebar luas.

Hingga kini angka kematian akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu telah mencapai lebih dari 3000 orang. Namun angka kematian tersebut masih rendah dibandingkan jumlah pasien yang diketahui sembuh dari paparan tersebut.

Data John Hopkis mencatat 64.374 pasien terkonfirmasi positif virus corona baru telah dinyatakan sembuh. Kesembuhan mereka tak lepas dari perhatian dan pengorbanan yang diberikan tenaga medis seperti dokter dan perawat.    

Banyak kisah heroik juga mengharukan yang dialami tenaga medis ketika bekerja melayani pasien virus corona.

Salah satunya adalah perjuangan berat yang dirasakan oleh staf medis di Italia. Negara Pizza ini tengah menghadapi perjuangan berat karena menjadi negara terdampak terbesar kedua virus corona setelah China.

3 dari 6 halaman

Luka di Wajah

Dilansir dari news.sky.com, seorang perawat muda salah satu rumah sakit di Italia, Alessia Bonari menceritakan perjuangannya merawat para pasien corona.

Ia berbagi foto yang menunjukan bekas luka di wajahnya karena penggunaan masker.

Corona

Lewat postingannya di instagram ia mengatakan bahwa dirinya sangat takut untuk berangkat bekerja setiap harinya.

" Saya takut karena masker mungkin tidak menempel dengan benar ke wajah, atau saya mungkin secara tidak sengaja menyentuh sarung tangan kotor, atau mungkin lensa tidak menutupi mata saya sepenuhnya dan ada sesuatu yang masuk. Saya lelah secara fisik karena alat pelindungnya sakit, jas lab membuat saya berkeringat dan begitu saya berpakaian saya tidak bisa lagi pergi ke kamar mandi atau minum selama enam jam. Saya lelah secara psikologis, seperti semua kolega saya yang telah berada dalam situasi yang sama selama berminggu-minggu, tetapi ini tidak akan menghentikan kami melakukan pekerjaan kami," tulisnya.

4 dari 6 halaman

Tertidur

Foto seorang perawat lain bernama Elena Pagliarin juga banyak menjadi perbincangan. Fotonya itu bahkan disebut sebagai simbol perjuangan petugas medis melawan virus corona.

Elena terlihat tertidur di depan komputer dalam posisi duduk. Ia masih menggunakan pakaian medis bahkan masker yang melekat di wajahmya.

Corona

Elena bekerja di sebuah rumah sakit di Cremona. Tepatnya di utara Lombardy, wilayah yang paling parah dilanda corona di Italia.

Rekannya yang saat itu mengabadikan gambar, Francesca Mangiatordi, mengatakan kepada Nurse Times:

" Kami telah bekerja tanpa henti selama 10 jam. Aku memandangnya dan aku ingin memeluknya, tetapi aku lebih memilih untuk mengabadikan momen itu," ucap Francesca.

5 dari 6 halaman

Pasien Balita Positif Corona di Indonesia Tertular dari Orang Tua

Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Pencegahan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan terdapat dua pasien positif virus corona baru, Covid-19, berusia di bawah lima tahun (Balita) dari 69 kasus baru.

Kedua pasien cilik itu berusia 3 tahun dan 2 tahun. Dua pasien tersebut diidentifikasi dengan Kasus-49 dan Kasus-54.

Yurianto mengatakan dua pasien cilik positif virus corona baru tersebut didapat dari hasil tracing atau pelacakan kontak. Keduanya tertular dari orangtua masing-masing.

" Umur 3 tahun, 2 tahun itu bagian dari tracing, orangtuanya yang sakit anaknya yang kena," ujar Yurianto, Jumat 13 Maret 2020.

Menurut Yurianto, dua pasien ini masuk dalam daftar kasus baru. Sehingga, jumlah kasus mengalami peningkatan dari sebelumnya 34 menjadi 69.

Dia juga mengatakan contact tracing penting dilakukan untuk dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona. Lewat metode tersebut, identifikasi dapat dilakukan untuk selanjutnya menjalankan isolasi.

" (Supaya) tidak jadi sumber penyebaran di masyarakat," kata Yurianto.

6 dari 6 halaman

Pasien Positif Corona di Indonesia Menjadi 69 Orang, 2 di Antaranya Balita

Dream - Juru bicara pemerintah penanganan wabah virus corona, Achmad Yurianto membagikan data baru 35 pasien positif virus corona. Total warga di Indonesia yang terkonfirmasi positif terjangkit virus Covid-19 hingga petang ini menjadi 69 kasus.  

Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan telah meninggal dunia. Dua pasien yang meninggal yaitu pasien nomor 35 dan 36. keduanya merupakan pasien di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof dr Sulianti Saroso.

" Dua-duanya di RSPI (Sulianti Saroso)" kata Achmad, dalam tayangan Kompas TV, Jumat, 13 Maret 2020.

Achmad mengatakan, pasien nomor 35 masuk ke RSPI Sulianti Saroso dengan kondisi menggunakan ventilator. Kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Saat ini, kata dia, Dinas Kesehatan sedang melakukan pelacakan terhadap orang yang berinteraksi dengan pasien nomor 35.

Kondisi yang mirip juga terjadi pada pasien nomor 36. Perempuan 37 tahun itu masuk ke rumah sakit dengan menggunakan ventilator.  

" Dia mengalami perburukan dengan cepat, kemudian meninggal, setelah pemeriksaan spesimen hasilnya positif," ucap Achmad.

Beri Komentar