Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengaku khawatir dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Terpilihnya Donald Trump dikhawatirkan bisa memicu masalah baru bagi dunia Islam.
" Orang ini lebih parah dari George W Bush Jr. Sebab, sebelum terpilih saja sudah memunculkan pernyataan yang negatif, sinis dan menimbulkan sentimen semacam itu," ucap Din, di Gedung MUI lantai 4, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 9 November 2016.
Din mengaku heran mengapa sosok yang memiliki pandangan eksklusif tersebut dapat terpilih menjadi orang nomor satu Negeri Paman Sam. Padahal, jika diteliti, sebagian besar masyarakat AS di era modern adalah para imigran.
" Kita lihat saja nanti, mungkin setelah jadi presiden dia berubah pikiran, tidak seperti yang dia ucapkan pada saat kampanye," ucap dia berharap.
Diakuinya Din, sentimen AS terhadap Islam sebetulnya sudah mulai surut sejak terpilihnya Presiden Barack Obama. Menurut dia, Obama telah mengurangi kondisi war on terror yang diciptakan pemerintahan Bush.
Dengan terpilihnya Trump, Din mengaku akan mencoba mendiskusikan persoalan ini dengan lembaga yang dipimpinnya, World Conference of Religions for Peace yang berpusat di New York, Amerika Serikat. Dia berharap akan ada solusi strategis terkait kedigdayaan Amerika Serikat di dunia internasional.
" Akan kami coba diskusikan bagaimana Amerika Serikat yang adikuasa jangan menimbulkan masalah bagi peradaban besar dunia," ucap dia.
Meski khawatir, Din mengajak masyarakat Indonesia untuk menerima kenyataan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS. Sebab, masyarakat tak dapat mengintervensi terpilihnya Trump.
" Kita harus serahkan pada sistem demokrasi Amerika Serikat. Baik atau tidak baik," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang