Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Ulama terkenal asal India, Zakir Naik, harus berurusan dengan hukum di negara asalnya. Badan Investigasi Nasional (National Investigation Agency/NIA) India melayangkan surat pemanggilan kepada Zakir atas dugaan teror dan penyebaran ujaran kebencian.
Zakir diwajibkan datang dan menjalani pemeriksaan sebelum 17 April. Laman media lokal menyebut belum ada tanda-tanda Zakir akan memenuhi panggilan tersebut.
Surat panggilan ini telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Surat pertama dikeluarkan pada 14 Maret, menyusul surat kedua pada 30 Maret. Tetapi, kedua panggilan itu tidak dipenuhi Zakir.
Dikutip dari Times of India, seorang sumber mengatakan NIA mungkin akan mengeluarkan surat perintah penangkapan jika Zakir Naik tak datang pada 17 April. Surat tersebut dikeluarkan melalui Departemen Dalam Negeri dan Departemen Luar Negeri.
Zakir juga masuk dalam pencarian orang dan akan diperiksa NIA dengan tudingan menyebarkan kebencian komunal dan menghasut orang melalui materi ceramahnya untuk melakukan teror. Yayasan yang didirikan Zakir, Islamic Research Foundation dilarang beroperasi lantaran tuduhan telah membiayai beberapa aksi teror.
Dia disebut tinggal di Arab Saudi selama 10 bulan terakhir.
NIA telah memeriksa 20 rekan dan karyawan Zakir dalam beberapa bulan terakhir, terkait bisnis yang dia jalankan, properti, dan dana dari luar negeri. Zakir sebetulnya sempat bersedia diperiksa melalui video-conference. Namun permintaan tersebut ditolak oleh NIA.
Para pejabat mengatakan begitu surat penetapan tersangka dikeluarkan, NIA akan meminta bantuan interpol agar mengeluarkan catatan merah bagi Zakir. Setelah itu, Zakir dapat ditangkap di mana pun.
Sebelumnya, saat bertemu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zakir Naik juga sempat menyinggung soal tuduhan teroris yang dialamatkan kepadanya oleh pemerintah India.
Zakir menyebut pemerintah India telah membuat kebohongan publik dengan menganggap tindakannya sebagai sebuah kejahatan. Tudingan itu merujuk pada sebuah program stasiun TV yang ditonton 200 juta orang.
"Apa yang mereka lakukan adalah untuk menuduh Zakir melakukan teroris. Dia adalah pelaku pencucian uang, langkah seperti ini yang dilakukan pemerintah India untuk mencegah Zakir melakukan dakwah," ujarnya.(Sah)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire