Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte
Dream - Rodrigo Duterte akhirnya meminta maaf kepada Tuhan, yang sebelumnya dia sebut “bodoh”. Presiden Filipina ini sebelumnya membuat banyak warganya marah karena pernyataan kontroversial tersebut.
Duterte menyampaikan permohonan maaf itu dalam pertemuan dengan pendiri Jesus is Lord Church Worldwide, Eddie Villanueva, salah satu tokoh yang mengritisi pernyataannya itu.
“Jika itu merupakan Tuhan yang sama, maka saya minta maaf. Begitulah. Itulah yang saya katakan, Maaf, Tuhan,” kata Duterte, dikutip dari Philstar.com, Kamis 12 Juli 2018.
Sebelumnya, Duterte menyebut Tuhan “bodoh” karena menciptakan Adam dan Hawa, lantas memberi mereka godaan. Banyak rakyat Filipina marah dan memberikan kecaman kepada Duterte. Baca di sini: Pernyataan Duterte tentang Tuhan Bakar Amarah Rakyat Filipina
Namun, para pendukung Duterte menyebut pernyataan itu diungkapkan untuk menetang para pemimpin Gereja Katolik atau keyakinan yang “keliru” dari penganut Katolik. Tapi banyak yang berpendapat bahwa penggunaan konsep Adam dan Hawa bukan hanya milik Katolik, melainkan juga Protestan, juga Muslim.
“Tapi konsep saya terhadap Tuhan, ketika itu dipakai oleh orang-orang yang menggunakan nama Tuhan secara sia-sia, ingat ada pembagian antara negara dan gereja,” tutur Duterte.
Pembedaan antara gereja dan negara, yang tertuang dalam konstitusi negara itu memag melarang pembentukan agama nasional dan camput tangan negara terhadap kebebasan beragama rakyatnya.
Sejumlah pendakwah Katolik dan pengacara mengatakan bahwa gereja memiliki kewajiban untuk berbicara untuk memerangi penyakit sosial karena pemerintah memiliki dimensi moral.
Namun Duterte mengingatkan para pemimpin agama agar tak menggunakan agama untuk menyerang pemerintah. “Itu bukan cara baik untuk dilakukan. Saya yakin itu bukan yang diinginkan Tuhan,” ujar dia.
Duterte menegaskan permintaan maaf ini hanya ditujukan kepada Tuhan, bukan orang lain. Bagi Duterte, jika dia benar-benar bersalah, maka Tuhan akan senang mendengar permintaan maafnya tersebut.
“Mengapa? Karena Tuhan saya pemaaf. Mengapa? Karena dia tidak ingat luka di masa lalu. Mengapa? Karena Tuhan menciptakan saya untuk berbuat baik dan tidak melakukan keburukan,” tegas Duterte.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
