Dua Mantan Menkes Positif Covid-19, Kini Dirawat di RS

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 3 Agustus 2021 16:44
Dua Mantan Menkes Positif Covid-19, Kini Dirawat di RS
Faried Anfasa Moeloek dan Nila Moeloek kini tengah menjalani perawatan intensif.

Dream - Menteri Kesehatan era Presiden Joko Widodo Periode Pertama, Nila F Moeloek, dinyatakan positif Covid-19. Demikian pula dengan sang suami, Faried Anfasa Moeloek, yang juga pernah menjabat Menteri Kesehatan era Presiden Soeharto dan Presiden BJ Habibie.

Kabar ini pertama kali disebarkan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban, lewat akun Twitternya, @ProfesorZubairi. Dia mengajak semua pihak mendoakan pasangan eks Menkes tersebut.

" Mari luangkan waktu sejenak untuk mendoakan Prof Nila Moeloek dan Prof Farid Anfasa Moeloek. Dua mantan menteri kesehatan ini sedang dalam perawatan khusus di salah satu rumah sakit Jakarta. Semoga Allah memberkahi mereka kesembuhan dalam perjuangannya melawan Covid-19. Amin," demikian cuitan Zubairi.

 

1 dari 6 halaman

Sudah Lansia dan Ada Komorbid

Kabar ini dibenarkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Saat ini, Nila maupun Faried menjalani perawatan di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan.

" Kemarin malam (positif Covid-19), doakan yang terbaik buat beliau berdua ya, Insya Allah di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan," ujar Nadia.

Menurut Nadia, keduanya mengalami gejala ringan. Meski demikian, perawatan di RS diperlukan mengingat faktor usia keduanya yang sudah tergolong lanjut serta adanya komorbid.

" Beliau gejala ringan, ya karena faktor usia dan komorbid," kata Nadia, dikutip dari merdeka.com.

2 dari 6 halaman

Menkes: Puncak Kasus Covid-19 Sudah Terlampaui

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan puncak kasus Covid-19 harian sudah terlampaui. Menurut dia, tren kasus Covid-19 di Jawa dan Bali mulai terlihat mendatar.

Budi mengakui kondisi saat ini belum bisa dinyatakan 100 persen pulih. Dia juga menjelaskan semua pihak tetap harus waspada meski terjadi penurunan kasus.

" Tetapi ini saatnya kita bersama-sama mensyukuri apa pun kelebihan dan kekurangannya, kita bisa melibat puncak kasus Covid-19 sudah terlampaui, terutama Pulau Jawa," ujar Budi dalam konferensi pers disiarkan kanal Kementerian Kesehatan.

Menurut Budi, terajdi penurunan kasus Covid-19 di Jawa dan Bali hingga 60 persen berkat penerapan PPKM Darurat dilanjut PPKM Level 4. Padahal, sebelumnya kasus di Jawa dan Bali melonjak tinggi hingga 70 persen.

" Alhamdulillah sudah kena di puncak dan kita bisa lihat penurunannya," kata dia.

Meski demikian, Budi mengakui penurunan kasus di Jawa dibarengi dengan lonjakan di luar Jawa. Meski angka lonjakannya tidaklah besar.

3 dari 6 halaman

Pandemi Tak Mungkin Selesai 1 Tahun

Berdasarkan sejarah, tambah dia, pandemi tidak mungkin dapat selesai dalam waktu satu tahun. Lamanya pandemi juga bergantung dari perilaku manusia sendiri dalam menjaga kesehatannya.

" Jadi semua pandemi itu dari pesan Yang di Atas (Tuhan) untuk menyampaikan bahwa manusia itu harus melakukan perubahan perilaku. Saat ini, istilah kita itu protokol kesehatan, dan itu yang paling penting," kata dia.

Pemerintah, kata Budi, terus bekerja kerja menekan laju penularan Covid-19. Pasien yang terjangkit Covid-19 terus diupayakan agar tidak melebihi kapasitas rumah sakit.

4 dari 6 halaman

2 Harimau Ragunan kena Covid-19, Kelakar Anies: Tak Bisa Dikirim ke Wisma Atlet

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyempatkan diri mengunjuni dua 'pasien' di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Jakarta Selatan, yang sempat terpapar Covid-19. Kedua pasien tersebut yakni dua ekor Harimau Sumatra bernama Hari dan Tino.

Keduanya dinyatakan terpapar Covid-19 pada 15 Juli 2021 lalu.

" Di Taman Margasatwa Ragunan mereka tinggal. Ya, Hari dan Tino adalah Harimau Sumatera. Mereka didiagnosis positif Covid-19 pada 15 Juli lalu," tulis keterangan Anies Baswedan dalam unggahan akun Instagramnya @aniesbaswedan, Minggu 1 Juli 2021.

5 dari 6 halaman

Lakukan Tes PCR

Anies menjelaskan, sekitar tiga minggu lalu, perawat satwa di Ragunan memperhatikan bahwa Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala seperti Covid-19, yaitu flu, lemas, dan sesak napas.

Tim TMR langsung bertindak cepat, memanggil petugas swab paling berani sedunia untuk mengambil sampel swab Hari dan Tino dan mengirimkannya ke Laboratorium Bioteknologi milik Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor.

Hasil tes PCR pun menunjukkan Hari dan Tino positif Covid-19, sehingga keduanya harus diisolasi di kandang dengan pasokan makanan dan obat yang tercukupi selama proses penyembuhan.

6 dari 6 halaman

Kondisi Membaik

Anies menyebut, kasus satwa terkena Covid-19, terutama harimau dan singa, tidaklah unik. Fenomena ini telah terjadi di beberapa negara dan tentunya perawatannya tidak sama dengan manusia.

" Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isoman dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan," kelakar Anies dalam tulisannya.

Hari dan Tino, kini, berangsur pulih dan sudah tampak aktif. Namun, karena Jakarta masih berada dalam situasi PPKM Level 4, TMR belum bisa dibuka untuk publik.

" Jadi, Hari dan Tino tidak harus buru-buru kembali WFO dan punya waktu untuk menyehatkan diri sepenuhnya," pungkas Anies.

      View this post on Instagram      

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

 

Beri Komentar