6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Empat warga Cipayung, Jakarta Timur tewas karena menenggak minuman keras (miras). Diduga, miras yang mereka tenggal diplos dengan jengkol pada Minggu, 8 Oktober 2017.
" Kita masih menunggu kajian, apa meninggalnya karena miras saja atau karena miras dicampur jengkol, ini persoalan nih," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.
Andry sedang menunggu hasil kajian laboratorium untuk memastikan zat penyebab kematian empat warga Cipayung. Saat ini polisi bekerja sama dengan dokter untuk mengetahui efek miras campur jengkol.
" Ini kajiannya miras sendiri atau miras campur jengkol, sama seperti makan duren sama apa itu? Soda, kalau makan duren sendiri nggak akan meninggal, kalau sama soda jadi meninggal. Ini variabelnya itu yang akan kita lihat," ujar dia.
Akibat peristiwa itu, polisi kini memburu penjual miras oplos jengkol. Sang istri penjual miras itu saat ini sedang diamankan polisi untuk dimintai keterangan.
" Penjualnya, suaminya itu sudah diomelin (istrinya) jangan buat miras begitu, masih aja," ucap dia.
Dalam kasus ini, keempat korban tewas itu terlebih dulu mengalami gejala pusing, mual, sakit di dada hingga muntah darah dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Tetapi, nyawa mereka tidak tertolong dan meninggal dunia pada Selasa, 10 Oktober 2017. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
