Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Dan Syeikh Qatar Tamim Bin Hamad Al Thani (Foto: Aljazeera)
Dream - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggelar pembicaraan degnan Syeikh Qatar Tamim bin Hamad Al Thani di Doha, Qatar. Selama kunjungannya, Erdogan berdiskusi mengenai isu pengembangan kawasan regional dan kerja sama bilateral antara Turki dan Qatar.
Laporan reporter Al Jazeera, Hashem Ahelbarra menyebut, perselisihan antarnegara di Negara Teluk menjadi agenda utama pertemuan Erdogan dan Syeikh Tamim.
"Turki, sejak awal krisis mengekspresikan keinginan untuk membantu semua pihak untuk menyisihkan perbedaan mereka," kata Hashem.
Tetapi, langkah politik Turki mendapat kecaman seteru Qatar yaitu Arab Saudi, Uni Emirate Arab, dan Bahrain. Pasalnya, Turki mengirimkan tentara mereka ke Qatar dan membentuk pangkalan militer.
Syeikh Emir pada Selasa, 14 November 2017, juga telah membuat pernyataan yang kontroversial. Dia mengatakan Arab Saudi telah menghindari dialog dan tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perselisihan dengan Qatar.
Analis politik senior Al Jazeera Marwan Bishara mengatakan, Qatar dan Turki sedang menjalin 'hubungan strategi baru'.
"Qatar membutuhkan hubungan yang solid dengan dunia luar, terutama Turki," ucap Marwan.
Kunjungan Erdogan ke Qatar ini bukan kali pertama. Pada Juli 2017, Erdogan mengunjungi beberapa Negara Teluk untuk `meredakan krisis`.
Turki pernah mengirimkan kapal barang dan pesawat yang penuh dengan bahan makanan untuk membantu Qatar mengatasi krisis.
Turki saat ini memiliki pangkalan militer di Qatar dan mengerahkan lebih banyak tentara setelah krisis.
Erdogan juga mengunjungi Kuwait pada hari Senin, di mana dia bertemu Emir Sheikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah. Kuwait telah memimpin upaya mediasi sejak dimulainya perpecahan diplomatik. (ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari